Sudahkah Anda Memberi Persembahan terbaik dari Ladangmu?

Dalam bulan Juni dan Juli 2020, keluarga-keluarga di dalam Gereja Masehi Injili di Timor Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto mengadakan ibadah syukur atas panen dari ladang-ladang mereka. Ibadah dilangsungkan di rayon-rayon pelayanan. Ada 14 rayon pelayanan di dalam GMIT Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto. Jadwal ibadah disusun oleh Majelis Jemaat Harian (MJH) agar mereka dapat mengkoordinasikan kehadiran para anggota MJH dan BP3J. […]

» Read more

Mengapa Rumahku disebut Sekolah?

Mengapa Rumahku disebut Sekolah? (Refleksi pada Bulan Pendidikan GMIT) Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan (Amsal 1:7) Mula Aksara Sudah dalam pengetahuan masyarakat dan umat di lingkungan Gereja Masehi Injili di Timor bahwa setiap tahun selalu ada bulan tertentu yang ditetapkan untuk menjadi pergumulan bersama dalam satu topik pergumulan bersama. Satu di antaranya […]

» Read more

Iman Imun Ilmu

Iman Imun Ilmu (Refleksi pada Bulan Pendidikan dalam GMIT) Kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau supaya engkau terlepas dari yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat (Amsal 2:11-12)   Pengantar Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) telah menetapkan satuan bulan tertentu dalam tahun pelayanan berjalan sebagai pergumulan bersama seluruh anggota GMIT. Dalam tahun-tahun yang sudah berlalu […]

» Read more

Bahaya Mengancam Tak Terhindarkan

Bahaya Mengancam Tak Terhindarkan Kejadian 42:25-38 Siapapun tak menghendaki adanya sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri, keluarga, dan komunitasnya. Itulah sebabnya dalam satu keluarga, sang kepala keluarga diasumsikan sebagai pengayom dan pemangku, tempat perlindungan dan perteduhan. Pada sang kepala keluarga isteri dan anak-anak menyandarkan diri untuk mendapatkan rasa nyaman. Ketika bahaya mengancam, isteri dan anak-anak berbari di belakang suami/ayah. Hanya seorang […]

» Read more

Bersandiwara dalam Bahaya Kelaparan

Bersandiwara dalam Bahaya Kelaparan Kejadian 42:1-24   Sudah ada dalam pengetahuan kita yang membaca alkitab, khususnya bagian cerita Yusuf, bahwa akahirnya situasi kelaparan memaksa keluarga besar Yakob sang Israel itu untuk mengambil sikap. Sikap dan tindakan itu akan membuat mereka tetap hidup, sufaif di tengah kelaparan. Kabar tentang tersedianya makanan di Mesir telah terdengar juga pada mereka. Tapi, rupanya anak-anak Yakob […]

» Read more

Jemaat di Pedesaan Masuk ke Normal Baru

Jemaat di Pedesaan Masuk ke Normal Baru Halo, Apakah normal yang baru atau yang dengan menggunakan kata berbahasa asing, the New Normal itu akan seperti apa ketika umat beragama, bergereja khususnya di pedesaan menghadapinya? Saya memulai dari kisah lama terlebih dahulu. Saya berkisah di seputar Pah Amarasi (Amarasi Raya) saja agar tidak bias. Ketika pembentukan desa-desa gaya baru di seluruh […]

» Read more

Darah (3)

Darah (Refleksi tentng Darah dalam Beberapa Dimensi)   Darah Dalam Dimensi Berbangsa Kita sering mendengar ungkapan, Indonesia tanah tumpah darah. Atau kita mengetahui lagu yang bernada mars, Tanah Tumpah Darahku yang dirilis oleh Gita Gutawa. Bagaimana memaknai darah dalam term yang dipakai seperti itu? Saya merefleksikan dua hal: Indonesia sebagai tempat kelahiran Indonesia sebagai tempat kelahiran dapat menggunakakan istilah tanah […]

» Read more

Darah (1)

Darah (Refleksi tentang darah dalam beberapa dimensi) Sekedar Awalan Seorang bapak bercerita pada kami bahwa kepadanya telah disematkan tanda penghargaan berupa sebentuk cincin di jarinya. Cincin ini diberikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono. Sang bapak berjasa telah mendonorkan darahnya untuk kepentingan kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur. Cincin itu diperlihatkan kepada kami yang mendengarkan ceritanya, dan diaminkan oleh rekannya yang […]

» Read more

Bukit Zaitun

Bukit Zaitun Hari ini, Kamis (21/05/2020) gereja-gereja di belahan bumi bagian Timur telah beribadah memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus ke Sorga. Kami jemaat kecil di pedesaan Timor pun telah melakukannya dalam situasi pandemi covid-19 dengan segala ribetnya. Ketika kebaktian berlangsung di gedung gereja yang dihadiri tidak lebih dari 20 orang, tidak ada satupun vocal grup atau paduan suara. Saya ingat […]

» Read more

Bermasker sambil Menyanyi bagi Tuhan

Bermasker Sambil Menyanyi Bagi Tuhan Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada (Maz. 104:33)   Gedung dan rumah-rumah gereja pada hari-hari pandemi covid-19 ini sedang ditutup. Pintu gedung/rumah gereja tertentu dibuka hanya untuk kepentingan pelayanan kebaktian secara live streaming. Lalu berapa banyak jemaat/umat yang menjadi peserta kebaktian yang disiarkan seperti itu? […]

» Read more
1 2 3 7