Masa Depan Aman Dalam Tuhan

Masa Depan Aman Dalam Tuhan

Pdt. Papy Zina, S.Th

Bacaan: Bilangan 13:25-33

Saudara-saudara yang dikasihi Yesus Kristus Tuhan. Secara umum manusia mengenal ada 3 jenis waktu: masa lampau (past), sekarang (present) dan waktu yang akan datang (future). Waktu lampau adalah masa yang telah berlalu. Contoh: tadi, kemarin, minggu lalu, tahun lalu, dll. Masa yang telah berlalu menjadi suatu kenangan karena kita telah berjalan di sana dan melewatinya. Masa yang telah berlalu menjadi cerita bagi kita yang tidak mungkin berulang persis sama lagi.

Waktu sekarang adalah yang sedang berlangsung saat ini dan kini. Contoh: hari ini, jam ini, saat ini, dll. Waktu sekarang adalah masa di mana kita sementara hidup dan berjalan di dalamnya; suatu kepastian yang terjadi saat ini. Bahasa Inggrisnya adalah present yang juga berarti pemberian atau hadiah.

Sedangkan masa depan adalah waktu yang akan terjadi di depan kita, kita sementara berjalan menuju ke situ. Contoh: sebentar, besok, minggu depan, tahun depan, dll. Masa depan adalah saat yang akan datang, yang oleh karenanya manusia tidak dapat masuk terlebih dahulu ke dalamnya dan karena itu dia masih menjadi sesuatu yang abu-abu, belum mejadi kepastian untuk kita.

Menurut saudara, manakah di antara ketiga waktu atau masa yang sudah disebutkan itu, yang membuat insan manusia paling penasaran?

Saudara. Hal yang paling sering membuat penasaran dari ketiga jenis waktu ini adalah waktu masa depan. Manusia ingin tahu apa yang akan terjadi di hari depan: apakah untung atau malang; apakah berkat atau bencana. Manusia memakai banyak cara agar bisa tahu apa yang akan terjadi ke depan dan dengan demikian menghalalkan banyak cara. Kita ingat raja Saul menemui seorang tukang sihir untuk menanyakan hari depannya walaupun itu dilarang oleh Tuhan.

 

Pertanyaannya adalah apakah kita berhak mengetahui masa depan kita sendiri? Bukankah dengan mengetahui masa depan maka kita akan lebih pasti dan nyaman untuk menjalani kehidupan saat ini (masa sekarang)? Bukankah dengan mengetahui masa depan, kita bisa bersiap diri mulai dari sekarang?

Saudara-saudara yang dikasihi Yesus Kristus Tuhan. Kitab Bilangan 13:25-33 bisa membantu kita menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas. Di sini dikisahkan bahwa Musa mengutus 12 orang yang terbaik dari bangsa Israel untuk pergi dan memata-matai apa dan bagaimana keadaan negeri Kanaan, negeri yang dijanjikan Tuhan kepada mereka. Ke-12 orang ini kembali dan memberikan laporan bahwa negeri itu memang subur persis seperti yang telah dijanjikan oleh Tuhan, negeri itu penuh dengan susu dan madu (ay. 27). Tetapi ternyata  telah ada penduduk yang mendiami daerah itu, orang-orang kuat perkasa serta ganas dengan benteng-benteng yang kokoh (ay. 28). Mendengar laporan itu, kemudian bangsa Israel terbagi menjadi 2 kelompok. Ada yang ketakutan, gentar memasuki tanah perjanjian Tuhan itu bahkan berencana memilih pemimpin baru yang bisa membawa mereka kembali ke Mesir (bdk. Bil. 14:4). Namun juga ada yang tetap meyakini dan percaya pada janji penyertaan Tuhan, bahwa Tuhan akan menyertai dan menjaga sehingga mereka dapat masuk untuk menduduki tanah tersebut (bdk. Bil. 14:6-9).

Saudara-saudara yang dikasihi Yesus Kristus Tuhan. Dari teks ini kita dapat belajar beberapa hal:

  1. Tuhan adalah Allah yang setia.

Banyak orang Kristen yang merasa bahwa kehidupan ini adalah sebuah rutinitas semata. Apa yang terjadi dan yang dia dapatkan dianggap adalah karena memang harus terjadi seperti itu, otomatis begitu. Hari hidup yang baru setiap pagi, makanan minuman yang diperoleh setiap hari dll adalah karena memang harus terjadi demikian. Dia tidak atau kurang menyadari bahwa semenjak dikandung ibu lalu dilahirkan dan dibesarkan serta menikmati kehidupan ini, semua semata-mata karena anugerah dan penyertaan Tuhan (Yes. 44:24). Bukankah semua peristiwa yang terjadi di dunia adalah karena kehendak Tuhan? Kita patut bersyukur Tuhan telah membungkus dan menyelimuti kita dengan kasih-Nya. Bahwa kisah perjalanan hidup ini adalah kisah penyertaan Tuhan yang terus dalam kesetiaan-Nya menjaga dan merawat hidup kita. Walaupun banyak hal yang kita buat menunjukkan ketidaksetiaan tetapi Tuhan dengan kasih-Nya tidak pernah meninggalkan kita.

Alkitab mencatat walaupun bahwa dalam perjalanan panjang bangsa Israel keluar dari tanah Mesir menuju ke tanah Kanaan telah terjadi banyak pemberontakan dan pengkhiatan pada Tuhan, bahkan bangsa itu dijuluki sebagai bangsa yang tegar tengkuk tetapi kasih sayang Tuhan tetap ada menjaga dan menyelimuti mereka.

  1. Tuhan adalah Allah Imanuel.

Allah yang setia itu juga bukan Allah yang telah menjaga serta memelihara kita di masa lalu, tetapi akan tetap menjadi Allah yang ada untuk kita saat ini.

Allah yang memberi kepada kita keluarga untuk hidup bersama, memberi pekerjaan agar kita bisa bertanggung jawab dan menikmati segala berkat.

Memang ada banyak masalah dalam hidup: tekanan ekonomi, kebutuhan keluarga dan rumah tangga bahkan kehidupan kita dengan sesama, kegagalan-kegagalan dalam usaha, sakit penyakit dan lain-lain, semuanya ini adalah tantangan tersendiri bagi kita. Tapi justru atas semua ini, kita harus tetap mengandalkan Tuhan. Tangan-Nya tak kurang panjang untuk menyelamatkan kita (Yes. 59:1)

Bangsa Israel yang tegar tengkuk itu tetap merasakan penjagaan Tuhan yang membawa mereka untuk sebentar lagi memasuki tanah perjanjian itu.

  1. Tuhan adalah Allah yang tetap menjaga kita sampai pada kesudahan masa.

Ada begitu banyak catatan Alkitab yang bisa kita baca tentang janji penyertaan Tuhan bahwa Dia akan selalu menyertai kehidupan kita sampai pada hari tua. Yesaya mencatat bahwa sampai masa tua bahkan sampai putih rambutpun kasih setia Tuhan tidak akan sirna, bahkan Allah telah dan mau terus melakukan hal itu kepada kita (Yes. 46:4). Ada janji penyertaan yang begitu luar biasa yang Tuhan sampaikan pada kita.

Yosua dan Kaleb dengan lantang menyatakan kepada bangsa Israel tentang kebesaran dan penyertaan Tuhan bahkan sampai pada masa depan mereka asal bangsa itu tetap setia dan jangan memberontak pada Tuhan (Bil. 14:8-9)

Saudara-saudara. Sebagai orang Kristen jaman sekarang, (bahkan sebagai jemaat Pniel Tefneno Koro’oto) saat ini kita wajib dan patut menyukuri akan penyertaan Tuhan yang luar biasa ini.

Bagaimana cara menyukuri penyertaan Tuhan tersebut? Dengan cara kita mengelola segala berkat yang kita terima. Ada kebun ladang, pohon pinang yang melimpah, pohon asam, pohon bambu yang banyak, ada ternak sapi, babi, ayam, dan semua yang telah Tuhan berikan. Semua ini adalah tanggung jawab yang diembankan pada kita. Tentu Tuhan tidak ingin agar kita menyia-nyiakan semua berkat ini.

Memang kemudian akan ada tantangan serta kendala saat kita hendak mengerjakannya maka karena itu pada kita juga telah Allah karuniakan kekuatan, pikiran serta kebersamaan hidup dengan sesama supaya dengan itu, semua berkat-berkat yang ada dapat kita kelola.

Bukankah dengan semua berkat ini juga adalah merupakan janji penyertaan Tuhan, bukan saja bagi kita saat ini tetapi juga bagi masa depan kita? Hanya orang yang tidak peduli akan masa depannya saja yang tidak menggubris apa yang telah Allah beri pada kita sekarang. Hanya orang pesimis saja yang mengacuhkan semua berkat kehidupan yang telah diterima. Hanya orang yang takut dan gentar saja yang tidak bisa memandang dengan positif akan masa depannya. Bahwa Tuhan telah menyertai kehidupan di masa lalu kita, bahwa Tuhan yang tetap setia pada kita saat ini, Tuhan pulalah yang akan mengaruniakan kehidupan cerah di masa depan kita.

Yosua dan Kaleb tidak pesimis melihat akan tanah Kanaan yang telah didiami orang-orang raksasa dengan benteng-benteng berkubunya; tetapi perhatian mereka hanya terarah dengan semangat optimis pada janji Tuhan yang ada atas mereka. Tuhan telah mengantar dengan selamat sampai saat ini, tentu Tuhan juga tidak akan meninggalkan mereka pada saat berhadapan dengan masalah dan tantangan ketika akan memasuki masa depan di tanah perjanjian yang Tuhan berikan.

Lalu apakah kita tidak perlu untuk mengetahui masa depan kita? Tentu masa depan adalah sesuatu yang harus kita rencakan mulai dari masa sekarang. Tetapi perihal masa depan, apa yang akan terjadi nanti dan saat ini, semua itu adakah urusan dan misteri Allah bagi kita. Yang harus kita lakukan adalah melihat apa yang telah Allah buat dan beri pada kita saat ini, menyukuri dan mengerjakan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Dengan tetap menjadi rahasia masa depan kita, akan membuat kita tetap berserah dan bersandar pada Tuhan. Tetap meminta penyertaan Tuhan dalam setiap kehidupan kita, tetap meminta kekuatan serta hikmat agar kita bisa dengan rajin mengelola semua berkat yang Tuhan beri saat ini. Hanya orang beriman saja yang terus menaruh seluruh pengharapan masa depannya dalam tangan Tuhan. Yang menjadi satu kepastian buat kita adalah Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan melainkan rancangan damai sejahtera atas orang-orang yang terus berharap dan bersandar pada-Nya (Yeremia 29:11).

Mari masuk masa yang indah pada hari ini, dalam minggu ini, bulan ini, dan tahun ini. Hari Jadinya Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto, bertambahnya umur padanya, hendaklah masa depan bukanlah yang harus ditarik lebih dekat, tapi majulah, masukilah masa depan dengan memohon penyertaan Tuhan yang setia, yang Imanuel dan yang terus ada bahkan sampai kesudahan masa.

Tuhan Yesus memberkati.

Amin

 

Penulis : Pdt. Papy Zina, S.Th

Editor: Heronimus Bani