Tanda Cinta pada Rumah Tuhan

Mazmur 26:8-12, ayat ke-8 berbunyi demikian, “TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam.

Para pemuda sedang bergiat di halaman gedung gereja mempersiapkan lampu di halaman(Foto oleh Pdt Papy Zina),

Saudaraku, orang Timor di Pah Amarasi mengenal istilah-istilah seperti Umi Mnasi’ dan Uim Nono. Dalam budaya masyarakat adat orang di Pah Amarasi jenis rumah seperti ini secara konstruksi sudah tidak ada, tetapi secara fungsional rumah dengan konstruksi apapun dapat menjadi Umi Mnasi’ atau Uim Nono.

Dalam rumah yang demikian, seseorang pemuda membawa isterinya yang sah untuk menerima upacara saebnono, sehingga keduanya senafas-sedarah (snasaf mese’-naaf mese’). Orang di Pah Amarasi sangat mencintai rumah yang demikian sehingga kemanapun pergi mereka akan kembali ke sana. Rumah yang demikian dihuni oleh orang-orang terkasih yang disebut dengan istilah hau goe uun – oe je matan. Ketika mereka kembali ke rumah ini atau keluar dari rumah yang demikian, mereka akan mendapat berkat.

Saudaraku, bagaimana dengan perlakuan orang di Pah Amarasi pada Rumah Tuhan? Orang di Pah Amarasi menyebutkannya dengan nama Sonbua Kninu’, Uim Re’u Kninu’ atau Uim Onen. Sonbua Kninu’ artinya istana kudus tempat persekutuan dengan … senafas dengan Uim Re’u Kninu’, di sana ada nilai sakral yang mesti mendapatkan perhatian serius bila masuk ke dalamnya, dan Uim Onen artinya Rumah Do’a.

Begitu pentingnya rumah yang demikian sehingga mereka bekerja keras untuk membangunnya. Mereka berpeluh siang dan malam. Berlarian ke sana ke mari, baik di dalam Pah Amarasi sendiri maupun keluar dari Pah Amarasi untuk mendapatkan suntikan dan tambahan nutrisi pembangunan rumah itu. Kesadaran untuk itu bukan saja milik orang di Pah Amarasi, namun pada semua etnis pemeluk agama.

Lalu, apakah setelah membangun rumah yang demikian mereka mencintainya? Bagaimana melihat bukti bahwa mereka mencintainya? Rasa cinta pada rumah Tuhan, Sonbua Kninu’, Uim Re’u Kninu’ atau Uim Onen seringkali hanya berlaku di bibir belaka. Persekutuan orang percaya setiap minggu dihitung untuk mengetahui jumlah orang yang hadir dalam rangka pernyataan dan bukti cinta mereka pada rumah Tuhan dan terlebih pada Tuhan yang “diam” di dalamnya. Persekutuan dimana nilai kesakralan rumah Tuhan dimana Tuhan bersemayam di dalamnya dan sedang memberikan titah-Nya pada umat-Nya melalui hamba-hamba-Nya yang melayani di dalam Rumah Tuhan itu.

Maka, bila hari ini kita sedang sibuk membangun rumah Tuhan, rumah gereja, Istana Persekutuan Kudus, Rumah Sakral, atau Rumah Do’a, baiklah selalu dalam semangat untuk bersekutu dengan sesama dan Tuhan pemilik dan penyelenggara kehidupan.

Bawalah pesembahan pembangunan dengan kejujuran dan keikhlasan. Berilah olah pikir, olah rasa, dan olah ragamu pada rumah diman Tuhan berdiam dan bersemayam. Pastikan sebagaimana saudara memastikan bahwa masuk ke … atau keluar dari Umi Mnasi’ ada berkat, maka masuk ke… atau keluar dari … Sonbua Kninu’, Uim Re’u Kninu, atau Uim Onen, di sana atau dari sana ada berkat berkelimpahan.

 

Shalom.

By: Pnt Heronimus Bani