Berkat dari Padang dan Ladang

padang indah, (foto: Ch.Grimes;2011)

Au aanh ii in foon ii, on re’ mnera’ huun re’ UISNENO nasanut tetus. Maut he Uisneno nasanut  pinis na’ko neno, he namriab ma nasnaub ho renen! Maut he In nfee ko pena’-maka’ nho-hoen, ma ho poo’ anggur sin nafuan nho-hoen. (Reta’ Ahun-hunut 27:27c-28).

Teks di atas bila dialihkan ke dalam Bahasa Melayu Kupang akan menjadi seperti ini.

Beta pung anak, dia pung baboo sama ke lapangan rumput pung baboo yang TUHAN ALLAH kasi turun berkat pi situ. Biar ko Tuhan Allah kasi turun embun dari langit ko bekin subur deng garui’ itu lu pung ladang dong. Biar ko dia kasi hasil panen jagong deng padi bam-banya, deng lu pung kabon anggor dong baboa bam-banya.

Mari kita periksa teks dalam Bahasa Indonesia. Lembaga Alkitab Indonesia menerjemahkan ayat ini sebagai berikut: Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN, dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.

Apakah ketiga teks ini berbeda? Tidak! Konteksnya saja yang nampak berbeda. Konteks Palestina tidak sama dengan konteks Timor. Tetapi, nilai yang terkandung di dalamnya tetap sama, bahwa Tuhan memberikan berkat-Nya berlimpah pada setiap usaha.

Bila hari ini di Timor dan sekitarnya orang sedang mengeluhkan hujan yang turun bagai tiada terjadwalkan, betapa itu suatu kewajaran sebagai manusia. Mengapa? Ikutannya adalah, akan terjadi gagal panen, bahkan telah gagal tanam. Mereka yang berladang telah menyiapkan lahan itu sejak Oktober 2019, namun sampai Januari 2020 pun masih ada yang belu sempat membenamkan benih jagung atau padi ladang di sana. Bagaimana mengharapkan panen? Sementara hujan pun tak sudi menyapa!

Doa. Hanya itu harapannya. Tiada kata lain. Berlutut dan bergantung hanya kepada DIA, Dia yang berkuasa atas air di bawah dan di atas. Dia yang berkuasa memerintahkan angin dan hujan mendatangi umat-Nya. Itulah Dia yang kita sembah. Maka, ketika bergantung kepada-Nya, yakinlah sebagaimana Ishak memberkati Yakob, di sana padang dan ladang pun akan menghasilkan secara berkelimpahan.

Selamat pagi, Timor. Hore tua.

Penulis: Heronimus Bani