Faith Comes by Hearing Seleksi Pembaca (2)

Faith Comes by Hearing Seleksi Pembaca (2)

Hari ini, Minggu, (9/02/20), bertempat di Aula Gedung Gereja Jemaat GMIT Pniel Tefneno’ Koro’oto, dilangsungkan satu sesi kegiatan yang disebut audisi. Sesungguhnya kata ini asing untuk telinga orang di desa. Maka disederhanakan menjadi seleksi. Apa yang dilakukan dalam seleksi?

Seleksi dilakukan dengan cara mengundang pembaca. Pembaca yang telah ada dipanggil satu persatu. Kemudian ditunjukkan satu bagian teks yang perlu dibaca dengan teknik membaca bercerita atau yang bergaya dramatisasi.

Para pembaca yang diundang tiba di depan tim seleksi. Tim ini berasal dari FCBH Perwakilan Jakarta, kaka Iwang dan kaka Nano. Dengan didampingi mantan Koordinator Tim Penerjemah PB plus Kejadian Bahasa Amarasi, kegiatan ini dilangsungkan.

Perasaan bercampuran. Gugup dan gemas. Senang dan tak tenang menghadapi proses ini. Bagaimana tidak? Bersuara untuk tokoh Yohanis Pembaptis di padang, bagaimana bunyinya? Bagaimana bersuara dalam gaya Iblis menggoda Yesus? Bagaimana bersuara ketika Elisabet memuji Tuhan melalui Maria yang mengunjunginya? Bagaimana bersuara layaknya hanya bercerita?

Itulah emosi yang sedang berkecamuk di antara suasana menghadapi seleksi pembaca.

Seleksi berakhir. Dari daftar hadir yang disodorkan terdapat 50-an orang yang ingin ikut dalam seleksi. Sebahagian di antara mereka meninggalkan ruang seleksi sebelum nama mereka dipanggil. Akan tetapi, sampai dengan akhir seleksi terdapat 29 orang yang ikut di dalamnya. Hasil seleksi akan disampaikan pada pertemuan berikutnya, sekaligus akan dimulai simulasi kegiatan.

“Kita pecahkan rekor audisi, pak Roni!” pungkas kak Iwang dari anggota tim FCBH.

 

Penulis: Heronimus Bani