Hari Kasih Sayang? Akh… !

gambar unduhan

Hari Kasih Sayang? Akh… !

 

Halo pembaca tefneno-koroto, semua sudah mahfum bahwa setiap tanggal empat belas Februari selalu diingat sebagai Hari Kasih Sayang. Publik sangat familiar dengan istilah Hari Valentine, Valentino; atau keluar dari bibir mulut setiap orang yang suka mengucapkan atau mengkreasikan kalimat Happy Valentine.

Menarik. Siapa pun, khususnya para muda bahkan mengupayakan untuk menjadikan hari Valentine ini sebagai momentum penting merenda cinta. Mereka berpesan untuk bertemu, bercanda dan merenda cinta. Bila percintaan itu bertautan dan hendak dapat berlanjut, akan jadilah mereka menaikkan kualitas cinta itu menjadi hubungan yang lebih akrab, karib hingga berada dalam satu rasa, satu nafas, satu darah dan satu daging.

Wao…

Bukan saja para muda, mereka yang tua keladi makin tua makin berminyak pun tak ketinggalan seperti para muda. Atas alasan mengenang masa muda, masa dimana segalanya bagai milik sendiri, masa merdeka menentukan jati diri, hingga menemukan belahan jiwa dan belahan hati dalam cinta yang dilarutkan dalam satu raga dan rasa. Para tetua dan sepuh rindu memberikan keteladanan pada anak-anak mereka. Mereka dapat saja mengajak anak-anak duduk semeja makan lalu berkisah tentang masa lampau yang indah ketika kedua orang tua mereka meniti cinta menuju rumah tangga dan keluarga yang diidamkan, hingga lahir anak-anak mereka.

Itulah penggalan kecil babakan dalam kisah cinta dimana orang mau berada di Hari Kasih Sayang. Mereka larut di dalamnya tanpa cerita tentang Valentino baik sebagai kisah inspiratif maupun kisah dramatis.

Di atas semua cinta kasih antarmanusia, ada satu cinta kasih yang tak terbatas. Cinta itu bahkan tak banyak tuntutan untuk dibalas. Ia sendiri rela berada di tengah-tengah dunia yang kasar dan kejam. Ia memberikan cintanya kepada mereka yang kasar dan kejam, kepada mereka yang tertindas, terpinggirkan, terlantar, terpenjara oleh karena kebenaran yang dipertontonkan. Mereka yang berada di jalur kesulitan-kesulitan hidup, di sana ia menyalurkan cintanya. Ia tidak memilih dan memilah mana ganteng dan cantik, mana warna kulit hitam atau coklat, merah atau putih. Ia tidak menolak cinta yang berbalas kepadanya. Ia justru memandang dengan sorot mata berwibawa dengan nuansa rasa sayang yang teramat dalam.

Dialah Yesus Tuhan. Dia dikirim secara khusus dengan misi teramat khusus. Ia hendak mengangkat derajat manusia yang terjerembab ke lembah kenistaan. Ia hendak menaikkan mereka ke tempat terhormat. Mengapa? Karena mereka pernah ada di tempat terhormat itu, tetapi karena dosa telah mereka perbuat, mereka jauh dari Tuhan. Mereka diusir dari tempat terhormat dan mulia itu. Lalu, Yesus datang untuk mengembalikan mereka ke tempat itu. Itulah cinta sejati.

Yesus berkata kepada Nikodemus, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan (mengirimkan) anak-Nya yang tunggal, supaya barang siapa percaya kepada-Nya, tidak binasa, melainkan berolah hidup yang kekal.” (Yoh 3:16)

Cinta kasih. Hari Kasih Sayang. Mari berefleksi sebagai sesama dalam Tuhan Yesus yang mengajarkan kasih sayang sejati itu.

 

Penulis: Heronimus Bani

1 Komentar

Komentar ditutup.