Sejarah Jemaat Koro’oto (1) Pengantar

runat re' ia, nareta' anmatoom nok koor otos, gambar ini mewakili burung perkutut

Sejarah Jemaat Koro’oto (1) Pengantar

Heronimus Bani

Pada tahun 1994, satu panitia dibentuk di Koro’oto. Panitia ini diketuai langsung oleh Ketua Majelis Jemaat Wilayah Kependetaan Tefneno’ Koro’oto, Pdt. Theofilus Ora, Sekretarisnya, Pnt. Frans Bani, dengan sejumlah anggota yang non presbiter. Panitia ini disebut Panitia Penggali Sejarah Jemaat di Koro’oto. Mereka berdiskusisejak Februari – Maret 1994. Mereka bertemu di gedung gereja lalu membahas perkembangan gereja dari waktu ke waktu. Mereka membahas aliran kepercayaan pada masa-masa sebelum datangnya ajaran Kristen hingga masa dimana mereka menerima ajaran Kristen dan membangun jemaat di Koro’oto.

Di pertengahan Maret 1994 itu, saya tiba di kampung. Sebagai seorang anak yang dianggap telah bersekolah baik, saya dilibatkan dalam tugas menulis kembali sejarah jemaat Koro’oto yang diperbincangkan setiap malam oleh para tokoh. Saya kelimpungan dan bingung. Hendak mulai dari mana karena ayah, Frans Bani, sebagai Sekretaris Panitia, ia sendiri tidak mempunyai banyak catatan sekalipun mereka telah berdiskusi sebanyak kira-kira 5 – 6 kali.

Lalu, saya yang mendapatkan kepercayaan untuk menulis sejarah Jemaat ini, kemudian mengambil langkah yang kira-kira dapat menolong diri sendiri agar tugas ini sukses. Saya duduk bersama ayah, yang bertugas sebagai Sekretaris Panitia Penggali Sejarah Jemaat Koro’oto. Saya wawancarai dengan pedoman catatan yang dibuatnya. Ayah bercerita dan saya menulis secara agak cepat menggunakan ketrampilan menulis, stenografi.

Dalam tempo 2 minggu setelah cerita itu, saya mengulas kembali seluruh cerita itu dalam satu buku kecil. Saat itu belum ada desktop apalagi laptop. Kabar yang kami ketahui, desktop sudah ada di Kantor Gubernur NTT. Saya amat bersyukur oleh karena ipar (kunyadu) Yefta O. Therik bertugas di ruangan yang super steril, ruang komputer. Saya titipkan catatan yang sudah saya ketikkan secara rapih di kertas-kertas buram carbon duplicator (kertas CD).

Alhasil, Yefta O. Therik berhasil mengetikkan kembali di komputer (desktop) di ruang super steril itu. Ia memperbanyak sebanyak 20 jilid dan dikirimkan kembali ke Koro’oto. Sejak itu, buku tentang Sejarah Jemaat Koro’oto dapat dibaca. Sayangnya, 20 eksemplar buku itu tidak tersisa satupun di Sekretariat Jemaat Koro’oto. Ke-20 eksemplar buku-buku itu “raib” entah dibawa angin atau “roh” pembaca yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.

Beberapa tahun kemudian, seorang mahasiswa melakukan penelitian di Koro’oto. Saya lihat satu jepitan buku itu ada di tangannya. Saya memintanya kembali dan ia dengan senang hati memberikannya kepada saya. Saya sungguh sangat bersyukur. Lalu, saya simpan. Saya menulis lagi pada tahun 2005 ketika Gedung Gereja Jemaat Pniel Koro’oto ditahbiskan dan diresmikan. Ketika itu, Pdt. Jesmarlianus Riwu Djonaga menjadi Ketua Majelis Jemaat Wilayah Tefneno’ Koro’oto. Sayangnya, buku itu kami cetak hanya satu eksemplar saja dan lagi-lagi, raib. Fail di komputer (desktop) pun hilang oleh karena termakan virus.

Usaha ke arah menulis Sejarah Jemaat Koro’oto tidak berhenti. Kami terus mencoba ketika Pdt. Nivlen Marhaelnis Tari-Penu Mooy menjadi Ketua Majelis Jemaat Wilayah Tefneno’ Koro’oto. Lagi-lagi kami gagal.

Kini, kami mencobanya kembali. Dan kiranya dengan menyimpannya di weblog ini akan menolong kami pada suatu ketika agar dapat dibukukan.

 

Selamat membaca, dan kiranya pembaca yang berasal dari Koro’oto atau yang berpengetahuan tentang Jemaat di Koro’oto tetapi sedang menjalani kehidupan berjemaat di luar Koro’oto, sudi memberikan tanggapan dan respon agar dapat diolah menjadi tulisan yang menggambarkan keberadaan Jemaat Koro’oto pada masa lampau, kini dan harapan-harapan untuk masa depan.

Kiranya Tuhan memberkati usaha ini.

1 Komentar

  1. Ok mantap Pak,itulah realita kehidupan manusia.dimana Pak Bani sdh berusaha untuk menggali dan menelusuri sejarah Gereja dgn susah payah,malah tidak bisa dijaga.tetap Semngat n pasti hasil akhirnya sangat memuaskan.TYM KITA SEMUA.

Komentar ditutup.