Mata Tuhan lebih tajam daripada CCTV, bukan?

Mata Tuhan lebih tajam daripada CCTV, bukan?

CCTV (Closed Circuit Television) adalah alat perekam yang menggunakan satu atau lebih kamera video dan menghasilkan data video atapun audio. Standart TV mengirimkan sinyal broadcast secara terbuka, sedangkan cara kerja CCTV yaitu mengirimkan sinyalsecara tertutup melalui wireles ataupun kabel. Dalam CCTV Kabel yang digunakan biasanya adalah kabel coaxial yang sering digunakan oleh TV analog untuk menangkap sinyal broadcast dari antena TV. Sedangkan jika menggunakan sinyal wireless menggunakan frekuensi 2.4 Gigahertz. CCTV biasanya digunakan untuk mengawasi sebuah tempat berkaitan dengan masalah keamanan ataupun kerahasiaan tempat, misalnya digunakan di toko, bank, ataupun tempat publik yang ramai[1].

Melalui berbagai aplikasi media sosial sedang viral dan beredar dua orang penumpang sepeda motor ketika tiba di tempat yang gelap dan sepi, keduanya merampok sang pemotor. Pemotor itu akhirnya tewas di tangan kedua perampok itu. Mereka membawa motor itu pergi sebagai “hasil kerja keras mereka”. Lalu, mereka pun pasti merasa telah sukses menjadi “pekerja keras” dengan membawa hasil yang langsung dapat dinikmati saat itu juga dengan rasa syukur entah ditujukan kepada siapa?

Selanjutnya, kabar terakhir melalui media televisi swasta nasional, kedua pelaku telah tertangkap oleh pihak kepolisian. Mereka dijadikan tersangka, dan kasusnya akan sampai di pengadilan yang akan mengadili mereka seadil-adilnya menurut hukum yang berlaku.

Saudaraku, apakah orang dapat berbuat apapun secara merdeka di dunia? Jawabannya, ya, orang dapat saja melakukan apapun di dunia ini secara merdeka. Akan tetapi, setiap apapun yang dilakukannya mesti pertama-tama baik untuk dirinya, untuk keluarganya, untuk orang lain. Sesuatu yang dia buat itu mesti juga tidak mengganggu atau bahkan membatasi orang lain berbuat hal yang berbeda daripadanya. Artinya, kebebasan individu dibatasi kebebasan individu yang lain. Individu A, tidak harus melanggar kebebasan individu B, dan seterusnya. Oleh karena itu, dibuatlah aturan-aturan yang mengatur agar dapat menertibkan individu-individu dan komunitas-komunitas.

Nah, dalam kasus perampokan disertai pembunuhan/penghilangan nyawa orang sebagaimana yang tersebar melalui aplikasi media sosial itu, tentulah pelaku merasa bahwa tidak ada yang melihat mereka. Tidak ada yang mengetahui perbuatan terkutuk itu. Tidak ada yang akan melaporkan kepada pihak berwajib bahwa mereka sedang melakukan tindakan yang membatasi hak hidup dari orang yang mereka rampok. Ada dalam pikiran mereka adalah membayangkan kenikmatan bermotor di jalan raya, mungkin akan kebut-kebutan, ugal-ugalan, atau mungkin akan dijual lagi untuk keuntungan sesaat.

Tapi, apakah perbuatan itu dibiarkan Tuhan? Jawabannya, Tidak! Tuhan tidak menutup matanya. Ibrani 4:13, Dan tidak ada suatu makhluk punyang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan maa Dia, yang kepada-Nya kia harus memberikan pertanggungan jawab.

Saudaraku, marilah menyadari bahwa Tuhan tidak tidur. CCTV dapat menangkap dan merekam suatu peristiwa dan sangat menolong. Akan tetapi, ia terbatas pada suatu ruang tertentu saja. Ia dipasang di area tertentu untuk membantu manusia yang terbatas. Manusia menciptakan alat itu, alat itu membantunya. Itu sungguh suatu hal yang luar biasa oleh karena hikmat dan pengetahuan yang didapatkan dari Sumber Hikmat itu sendiri, yaitu Tuhan.

Tetapi, CCTV sekali lagi terbatas. Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik (Amsl 15:3). Jika demikian adanya, apakah kedua orang yang merampok itu dapat melarikan diri? Apakah semua orang yang melakukan kejahatan di muka bumi ini dapat lolos dari mata Tuhan? Mata TUHAN yang menjelajahi seluruh bumi (Zakharia 4:10c).

Tuhan memberkati saudara hari ini. Mata Tuhan mengawasi kita setiap saat. Bersyukurlah, karena dari sana, Tuhan mengetahui segala hal. Ia akan memberi yang terbaik pada kita, sekalipun mungkin dalam wujud yang kita kurang suka, misalkan, teguran oleh karena telah berpikir, berperasaan, berlaku, dan bersikap yang kurang berkenan dan tidak patut. Itu terjadi oleh karena Tuhan melihat. Tuhanlah yang menangkap dan merekam seluruh gerak aktivitas makhluk manusia dan isi alam ciptaan-Nya.

 

Penulis: Heronimus Bani

 

 

[1]https://wijayaelektrik.com/blog/67_Apa-itu-CCTV–Apa-Manfaatnya—.html