Diskusi Mingguan Majelis Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto

Semalam (Sabtu, 22/02/20), di Koro’oto ada ibadah rutin khusus para anggota Majelis Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto. Ibadah ini biasanya dilakukan di rumah para anggota MJ yang sekaligus merupakan wadah untuk Koordinasi Mingguan. Dalam ibadah ini, mulai tahun 2020, setiap minggu selalu ada diskusi alkitab. Ini tidak berarti pada tahun-tahun sebelumnya tidak ada. Pada tahun-tahun sebelumnya, diskusi ada juga, tetapi tidak selalu, karena di sana selain diskusi, juga sering dilatihkan lagu-lagu yang belum pernah dinyanyikan agar lagu-lagu yang demikian ada dalam pengetahuan para anggota MJ.

Diskusi Mingguan itu dipimpin oleh anggota MJ yang ditugaskan secara bergilir. Para anggota MJ yang mula-mula gugup, grogi, dan kurang percaya diri, harus dapat melakukannya di depan anggota lainnya. Mereka, dalam keterbatasan pengetahuan terus berusaha sedapat-dapatnya memimpin diskusi yang disambut anggota lainnya dengan perhatian yang baik, mengingat akan ada pada gilirannya.

Dua orang pendeta (Ketua MJ dan Wakil Ketua MJ), Pdt. Papi Zina dan Pdt. Yulita Zina-Lero selalu ada untuk memberikan pencerahan dalam diskusi-diskusi itu, sekaligus membantu para anggota MJ yang rerata berpendidikan menengah ke bawah. Jenjang pendidikan yang dimiliki para anggota MJ yang juga tidak banyak memiliki referensi untuk menambah wawasan, menjadi salah satu penghalang kurang percaya diri dari para anggota MJ.

Walau demikian, diskusi tidak mengalami jedah. Selalu terjadi setiap minggu sejak adanya kedua orang pelayan ini. Panduan diskusi berdasarkan firman Tuhan yang akan disampaikan pada ibadah-ibadah di rayon-rayon pelayanan. Diskusi bertujuan membekali dan memperkaya anggota MJ agar ketika menyampaikan Firman Tuhan di dalam ibadah-ibadah ada kesamaan dalam pemahaman sehingga tidak terjadi pengajaran yang berbeda.

Anggota MJ yang telah memimpin diskusi merasa bersyukur telah dapat memimpin ibadah dengan pendekatan diskusi. Menariknya, walau dengan ungkapan berbahasa yang amat sederhana, mereka telah dapat menuangkan ide dan gagasan yang menggambarkan pengetahuan mereka pada bagian teks Firman Tuhan yang dibacakan pada setiap Sabtu itu.

Jadi, betapa diskusi yang membekali anggota MJ ini sangat bermanfaat. Setiap hari-hari ibadah di rayon, mereka telah siap untuk itu. Bahkan, mulai tahun 2020 ini, para anggota MJ, diwajibkan menulis pokok-pokok renungan dalam catatan mereka. Catatan-catatan itu akan mendapat pemeriksaan oleh BP3 Jemaat menurut jadwal pemeriksaan yang dilakukan dua kali dalam setahun.

Kiranya diskusi mingguan ini tidak berhenti tetapi terus ada sebagai kebiasaan yang mungkin dapat mentradisi dan membudaya. Dukunglah anggota MJ dalam doa agar mereka teguh dalam percayanya dan rajin dalam pelayanan yang telah dipercayakan kepada mereka, dan yang dengan sukacita mereka terima.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Koro’oto, 23 Februari 2020

Penulis: Heronimus Bani