Pelayanan Diakonia Jemaat Koro’oto Februari 2020

Semua anggota GMIT mengetahui dan memahami secara pasti Panca Pelayanan GMIT. Koinonia, Marturia, Liturgia, Diakonia, dan Oikonomia. Mungkin ada yang menghafalnya tanpa makna (seperti saya), tetapi, di Jemaat-jemaat GMIT yang tersebar di Timor, Rote, Sabu, Alor, Flores, Sumbawa, semua menatapelayanan dalam program-program. Salah satunya Diakonia.

Di Koro’oto pelayanan diakonia pada bulan Februari 2020 ini diwujudkan dalam kegiatan seperti melayani dengan menyediakan biaya angkutan ke puskesman untuk empat orang ibu yang melahirkan. Program seperti ini telah berjalan dalam satu periode sebelumnya, dan kini terus dilanjutkan oleh karena jemaat merasakan manfaatnya walau sentuhan pembiayaan itu kelihatannya teramat kecil. Akan tetapi, semangatnya secara menyeluruh meliputi persekutuan, kesaksian, bukti tindakan bersama yang diwakilkan pada tangan para Diaken, dan menata pelayanan untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Menyadari bahwa di pedesaan hal hidup bersama bukan sesuatu yang harus diprosesbelajarkan dalam pembiasaan, tetapi hal ini sudah ada. Tugas gereja (dhi. Jemaat Pniel Tefneno Koro’oto) menyikapi dengan memprogramkan agar nilai hidup bersama itu menjadi berkualitas.

Di samping itu, ada pelayanan untuk membantu biaya angkutan dan pembelian obat kepada orang sakit yang menginap di Rumah Sakit sebagai pasien. Paling akhir yang berwujud cinta kasih dinyatakan dalam pelayanan pada satu keluarga yang berduka.

Kegiatan-kegiatan Diakonia akan terus berlanjut. Mari doakan dan pererat rasa persaudaraan. Menangislah bersama mereka yang menangis, tetapi, hiburkanlah mereka agar mereka tidak larut dalam tangisan itu.

 

Penulis: Heronimus Bani

 

One comment