Iwang Wijar P, FCBH (7)

Peranannya sangat besar bersama rekannya setim dalam program rekaman untuk menghasilkan alkitab audio berbahasa daerah Uab Amarasi. Dia dan rekannya tiba di Kupang pada 5 Februari 2020. Setelah menginap semalam di salah satu hotel di Kota Kupang, tanggal 6 Februari 2020 mereka melanjutkan perjalanan ke kampung Koro’oto, wilayah Pah Amarasi. Di sana di Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto, mereka bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat dan terutama umat di dalam Jemaat pedesaan ini.

Jemaat pedesaan yang satu ini berada di desa Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Ia berada di wilayah Klasis Amarasi Timur.

Kembali ke objek yang dimaksudkan di sini adalah, Iwang Wijar Pamungkas. Bungsu dari lima bersaudara berasal dari Salatiga. Sarjana Komunikasi Broadcasting.

Setelah menamatkan kuliahnya di Unika Soegijapranata, ia hijrah ke Jakarta. Di Jakarta ia diterima bekerja di MNC TV. Selama dua tahun bekerja di sana, ia sering bolak-balik ke kampung ke Salatiga. Mengapa? Hidup di Jakarta “keras”. Berkejaran dengan waktu, terutama macet. Macet Jakarta tidak dapat dihindari bila hendak pergi bekerja. Oleh karena itu, rasanya tidur malam itu bagai tidur ayam saja. Harus segera bangun lebih pagi untuk berangkat kerja jika tidak ingin terjebak macet.

Iwang, demikian ia disapa. Ketika tiba di Koro’oto orang menyapa dengan sebutan Kak Iwang. Ada pula yang menyebut dan menyapa dengan Mas Iwang. Bersama rekan setim dari FCBH, keduanya disapa dengan cara yang sama.

Ketika ditanya alasan memilih tugas/pekerjaan ini, ia memberi alasan sederhana saja, “Keluarga mendukung. Bahkan pacarpun turut mensuport dengan semangat. Padahal, tugas/pekerjaan ini berdampak. Orang akan bertugas di tempat yang jauh. Jauh dari keluarga dan pacar.”

Wah menarik.

Ketika ditanya, bagaimana kesannya setelah berada di kampung Koro’oto desa Nekmese’ dalam kurun waktu lebih dari sebulan ini?

“Waduh… rasanya belum mau pulang. Tapi, di sana ada yang sedang menunggu. Ya, keluarga, orang tua.” jawabanya.

“Ayah saya tugas pelayanan juga di gereja. Jadi, ketika saya sampaikan bahwa saya memilih tugas ini, saya justru didorong. Suport keluarga untuk tugas ini. Ya, mungkin Tuhan menghendaki Iwang bekerja untuk pelayanan ini.” tambahnya.

Ya, tugas misi pelayanan dengan merekam seluruh isi alkitab khususnya Perjanjian Baru dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia merupakan tugas maha berat tetapi mulia yang sedang diemban FCBH Indonesia.

Mari doakan agar tugas Iwang dan rekannya berakhir sukses demi kemuliaan Tuhan. Dan tugas pertama ini menjadi test case untuk maju pada tugas kedua dan seterusnya pada bahasa-bahasa daerah lain di Indonesia.

“Bila nanti ditugaskan ke Timor, misalnya merekam Perjanjian Baru bahasa Tetun, mungkin kita bisa bertemu lagi!”

 

Penulis: Heronimus Bani
Sumber foto: Akun FB, Iwang Wijar Pamungkas