Di manakah Tuhan?

Di manakah Tuhan?

 
 
Tuhan…
Bolehkah aku bertanya hari ini,
Di manakah Dirimu, Tuhan?
Ketika dunia hiruk-pikuk dalam kepanikan,
Ketika mayapada kacau dalam kegalauan,
Ketika virus dan bakteri menebar teror
Ketika produksi kata terus bertelor
Ketika emosi tak hendak kendor
 
Tuhan…
Bila kutanyakan pada penganut simbolik
Mereka akan menunjuk simbol-simbol
Binatang berkaki empat, tempat hunian para roh
Pepohonan tinggi berbatas besar berakar kuat<
arena pesanggrahan roh leluhur
Bebatuan dan bukit hingga gunung berpuncak
Bentangan benteng roh titisan kaum
Kepada para roh demikian,
patut menerima tanda
agar mereka dapat memberi perlindungan
rasa nyaman dan aman.
Padahal mereka bukan Pengada
Padahal mereka bukan sang Khalik
Mereka justru diadakan dan ditiadakan.
 
Tuhan…
Datanglah di tengah kecemasan
Hadirlah di antara kepanikan
Ketika kami tak mampu menghardik
Ketika kami berlagak agamis
Ketika kami dalam gaya beriman
 
Tuhan…
Kami segera ada pada-Mu
Kami turut hanya pada-Mu
Kami menyapa hanya nama-Mu
Kudus… Kudus..Kuduslah…
 
Tuhan…
 
 
Koro’oto, 19 Maret 2020
Heronimus Bani