Seragam dalam Beragam

Seragam dalam Beragam

 
Judul di atas tidak membuat pembaca merasa heboh. Biasa saja karena gambar di bawah ini yang akan bercerita tentang seragamnya mereka dan beragamnya mereka.
Hari itu, Kamis (19/03/20), 22 siswa peserta Ujian Sekolah sedang dan hendak menunjukkan kebolehan mereka bernyanyi, sekaligus mempertontonkan kepada sesama rekan peserta ujian dan guru, bahwa mereka dapat mengenakan pakaian daerah yang beragam, sekalipun mereka anak-anak yang berasal dari dalam satu kampung, yang sama dengan mereka seragam.
Ada enam lagu daerah yang dinyanyikan:
Bolele Bo, lagu daerah yang sudah kesohor di Indonesia
Jagong Bose, lagu daerah berbahasa Melayu Kupang
Leworo Piring Sina, lagu daerah Alor
Horas Loro Malirin, lagu daerah Belu
Usapi Tuntae ‘Noeb, lagu daerah Timor Tengah Selatan
Tebe On nana, lagu daerah khas Amarasi
Peserta Ujian Sekolah (Praktik) ini wajib memiih salah satu dari enam lagu yang ditawakan. Kepada mereka diwajibkan untuk menemukan pakaian daerah yang cocok dengan lagu yang dipilih.
Maka, jadilah mereka siswa yang seragam nanum beragam pada hari Kamis itu.
Tampilan memesona. Guru dan siswa yang menjadi penonton tampilan itu mendapatkan hiburan menarik. Lagu yang dipilih dinyanyikan antara benar, keliru, hingga salah lafal, nada dan dinamika suara. Semua telah terjadi.
Kebanggaan pada mereka setelah mengikuti ujian tersebut. Mereka tersenyum tanda telah “keluar dari lubang jarum” oleh karena berlagu dalam grup atau satu kelas seluruhnya berbeda dengan berlagu sendirian.
Guru Kelas VI telah berhasil menciptakan suasana beragam dalam seragamnya anak-anak di kampung kecil bernama Suit di Kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang NTT.
Peserta Ujian Sekolah yang mengenakan pakaian daerah yang berbeda ini sekaligus diingatkan akan keberagaman etnis dalam bingkai NKRI. Kecintaan pada daerah sama nilainya dengan kecintaan pada NKRI.
 
Amarasi Selatan, 23 Maret 2020
Heronimus Bani