Jam 9 Saban Malam

sumber gambar: Renungan Harian Kristen

KORO’OTO. Seruan oleh MSH GMIT untuk beribadah setiap malam pada pukul 21.00 waktu setempat sudah, sedang dan akan terus dilaksanakan oleh anggota-anggota Jemaat GMIT dalam masa sulit ini, khususnya menghadapi “serangan” covid-19.

Ketua MSH GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon dalam status facebooknya menulis sebagai berikut
Ketika Nuh dan anak2nya membangun bahtera di tengah tengah terik matahari,
Orang2 menertawakan mereka
Namun mereka tetap tekun membangun bahtera itu.
Teruslah berdoa dan berjaga-jaga
Agar kita dapat dijauhkan dari badai besar yang sedang berjalan ke sini.
Duduk di rumah, bersihkan lingkungan,
Makan teratur, olah raga
Beribadah dari rumah.
Perhatikan kelompok2 rentan: orang2 tua, difabel, anak2, pekerja harian.
Mari kita saling menjaga.
Tuhan bersama kita.

Seruan ini dalam 12 jam mendapat respon positif dari nitizen terutama yang sedang menjalin pertemanan. Status ini pun dibagikan lagi oleh para nitizen/facebooker  sebanyak 51 kali.

Dapat dibayangkan betapa kabar itu akan menguatkan banyak orang yang membacanya. Betapa anggota-anggota jemaat se-GMIT bila membacanya mereka akan patuh pada seruan pemimpinnya untuk beribadah saban malam pada pukul 21.00 waktu setempat.

Bila hal ini dilakukan secara serentak oleh seluruh anggota jemaat se-GMIT, bukankah seruan bersama dalam satu tarikan nafas doa besar kuasanya?

Kita akan terus berdoa dan berharap pada Tuhan yang kita Junjung dalam Nama Yesus, Tabib dan Dokter itu. Kita percaya Dia akan menyehatkan jagad ini dari virus yang mengancam kehidupan manusia zaman ini.

Di tengah kecemasan dan kepanikan, masih ada pemimpin agama yang sangat bersemangat untuk menguatkan rasa percaya umat Tuhan. Kiranya semangat yang sama dimiliki para pelayan se-GMIT.

Uisneno nneek ma namnau kit, tua. Ro tebes, In ro of napasib ma na’roob ain re’uf re’ neik menas neu mansian pah-pinan ia.