Lonceng Berbunyi Kebaktian Minggu dari Rumah

KORO’OTO, Majelis Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto telah menyikapi seruan dan penegasan MSH GMIT dan pemerintah NKRI, bahwa pelaksanaan ibadah/kebaktian yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak patut ditiadakan. Pengumuman itu telah disampaikan pada kebaktian Minggu (22/03/2020). Hal lain yang disertakan dalam pengumuman itu menyangkut ibadah-ibadah lain di lingkungan pelayanan rayon dan kategorial-kategorial. Semua bentuk pelayanan itu ditiadakan.

Sabtu, (28/03/2020), Majelis Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto dalam jumlah terbatas telah mengadakan rapat. Rapat itu membahas dua hal penting:

  • Kebiasaan masyarakat peladang yang membawa persembahan pertama dari ladang untuk didoakan sebelum mengambil untuk menikmatinya sendiri. Rapat memutuskan untuk memberi dua opsi kepada anggota jemaat. Pertama, tiap kepala keluarga dapat menyiapkan persembahannya sendiri di rumah dalam ibadah mereka, menyiapkan persembahan itu dari ladangnya, didoakan. Persembahan berupa niat hati yang terbungkus pada waktunya tiba di gedung kebaktian akan diserahkan. Kedua, gedung gereja terbuka setiap hari untuk membawa hasil ladang agar didoakan dan persembahan khusus niat hati dapat langsung ditempatkan di dalam kotak persembahan. Doa dapat dilakukan oleh pelayan yang selalu siap di Pastori atau bila pelayan berhalangan dapat memanggil seorang anggota Majelis Jemaat untuk didoakan. Persembahan dari ladang dikembalikan kepada keluarga yang membawanya.
  • Perjamuan Kudus. Hal ini patut dipercakapkan kembali dalam badan Majelis Harian. Majelis Harian sendiri tidak boleh mengambil keputusan sebelum mendapatkan pertimbangan-pertimbangan dari Majelis Klasis atau Majelis Sinode Harian bila sempat berkonsultasi melalui telpon atau media beraplikasi lainnya.

Pada pagi ini Minggu (29/03/2020), lonceng gereja dibunyikan. Seluruh keluarga-keluarga menyiapkan diri berbakti di rumah masing-masing. Di dalam gedung gereja petugas khusus datang hanya untuk menyalakan 6 batang lilin sebagai tanda bahwa spirit beribadah bersama-sama tidak hilang serta merta.

Kebaktian pagi ini di setiap rumah-rumah keluarga menggunakan liturgi yang disiapkan dan dibagi-bagikan sebagaimana pesan dari MSH GMIT. Bacaan Alkitab diambil dari Lukas 23:26-31. Semua anggota keluarga mendapatkan peran dalam liturgi yang disediakan itu.

 

Koro’oto, 29 Maret 2020
Heronimus Bani