Wajahmu sampai 2020 ini

 

KORO’OTO. Sejak 1992 gedung gereja di Koro’oto dibangun. Pembangunan yang memakan waktu amat lama, karena pendekatan berbeda pada masa itu. MJ dan Panitia yang dibentuk bekerja dengan pendekatan: kerja – jedah – kerja – jedah. Kira-kira demikian sebutan saya untuk pendekatan kerja bangunan antara tahun 1992 – 2002, yang dilanjutkan oleh MJ periode berikutnya.

Pada 2002, terjadi perubahan yang sedikit reformatif, dimana Ketua MJ sebelumnya sudah memasuki masa purna layan. Presbiter yang terpilih di antaranya orang-orang muda dengan ide dan gaya berpikir yang agak satu langkah di depan. Ketua MJ mudah enerjik mengubah pendekatan pada penyelesaian bangunan yang sudah mulai dipergunakan untuk kebaktian dan kegiatan-kegiatan kegerejaan.

Pdt. Jesmarlianus R. Djonaga memimpin lanjutan pembangunan gedung ini. Panitia Pembangunan dibubarkan. Seluruh proses pembangunan dan pelayanan kegerejaan di Koro’oto masuk-keluar melalui satu pintu: Majelis Jemaat.

Tahun 2005, gedung ini diresmikan dan ditahbiskan. Ketua MS GMIT, Pdt. Dr. Ayub Ranoh hadir dan menandatangani prasasti, sementara Pemerintah Provinsi NTT, dalam hal ini Gubernur NTT, Piet A. Tallo, SH, tidak hadir. Jadilah prasasti itu ditandatangani hanya oleh Ketua MSH GMIT pada saat itu.

Kini, seiring bergulirnya waktu, gedung yang semula hanya satu, telah ada pengembangannya ke Utara dan Selatan. Di Utara, selalu dipakai sebagai aula serba guna. Di Selatan, disiapkan khusus sebagai ruang rapat/sidang.

Rupanya satu unit gedung itu hebat pada masa-masa pembangunan hingga akhirnya diresmikan atau ditahbiskan. Tetapi, ia telah mengalami penyusutan-penyusutan seiring bertambahnya waktu. Maka, sejak tahun 2016 yang lalu Sidang Jemaat telah memutuskan untuk merenovasinya.

Kini, renovasi dalam percakapan intens. Rencana sudah ditetapkan. Eksekusinya yang sementara menanti untuk diwujudkan. Sayangnya, hari-hari ini kita perlu melakukan self lockdown menghindari covid-19. Kita berdoa dan berharap Tuhan menjauhkan perintang ini hingga kita bebas dari ancaman, dan dapat saling  kontak untuk memulai kegiatan renovasi bangunan ini pada 2020.

By : Heronimus Bani