SnaK Kenangan

SnaK Kenangan
Ketika masuk ke Ruang Sekretariat MJ Pniel Tefneno’ Koro’oto, saya selain mencari data yang saya perlukan untuk memperkaya informasi tulisan saya yang akhirnya tidak saya temukan itu, saya masih sempat melihat-lihat tumpukan buku yang pernah terbit di Koro’oto. Buku itu terbit 24 edisi dalam 3 tahun. Namanya, SnaK ~ akronim dari Surat na’ko abitan Koro’oto.
Setelah membongkar, saya temukan yang satu ini. Edisi September – Oktober 2014. Tebitan ini ada ketika saya pulang dari Darwin-NT-Australia. Waktu itu, saya, kaka Omma Ora dan bapa Chuck Grimes ada dalam proses akhir (final check) semua isi PB dalam Uab Amarasi, belum lagi tambah dengan lagu, konkordans, dan kamus. Letih. Tapi, senang sekali. Betapa senangnya sampai bukan tertawa, tangisan yang terjadi di kantor AuSIL Palmerston-Darwin.
Di sela kegiatan yang melelahkan itu ada kegiatan refresh. Ada dua kali refresh yang saya ingat persis, kebetulan gambar/foto saya tempatkan di buku SnaK ini. Satu di kulit depan buku ini, satunya di dalam disertai satu untaian kata puisi.
Nah, yang di depan ada gambar sepiring makanan yang saya makan sampai perut ini tidak mampu tampung. Kami makan di satu rumah makan di bibir pantai. Ramai sekali sore itu. Gambar yang satu ketika kami ada di kebun binatang. Di sana ada beberapa orang pawang burung bermain dengan burung-burung. Di antaranya seorang ibu bermain dengan burung hantu.
Saya menulis satu puisi dengan latar pikir pada gambar ibu yang bermain dengan burung hantu itu. Mungkin pembaca mau baca puisinya, saya kutipkan:
Manusia dan Binatang

Betapa indahnya engkau menciptakan persaudaraan!
Tak dapat kubayangkan!
Binatang yang dianggap menakutkan,
Justru bersahabat dengan manusia.

Hai manusia!
Jika engkau ingin alam dan lingkunganmu menyatu
Jadikan mereka sebagai sahabat!
Mereka akan membuat dirimu nyaman.
Asal tak kau rusakkan mereka
Jangan pula kau makan daging mereka dengan tiada bersisa!
Apalagi membuat keluarga mereka hilang lenyap!

Betapa berdosanya mausia
Kalau binatang yang sulung tercipta
Tidak disayang oleh manusia yang bungsu tercipta.

Pada halaman belakang kulit buku ini, saya tempatkan foto kami ketika berada di Kantor AuSIL, dan foto ketika Konsultan Perencana Agustinus Wuru, S.T, M.Hum tanda tangan kontrak kerja dengan Panitia Pembangunan PengembaSnngan Gedung Gereja Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto. Tanda tangan kontrak ini terjadi pada 10 Agustus 2014, berlaku mundur 1 Agustus 2014 – 1 Agustus 2016. Kontrak ini disaksikan oleh Ketua MJ Pniel Tefneno’ Koro’oto saat itu, Pdt. Nivlen Marhaelnis Tari-Penu Mooy. Ketua Panitia; Elfis Bani.

SnaK penuh kenangan. Kami sudah putuskan untuk hidupkan kembali dengan pendekatan berbeda. Tapi, terkendala pada satu dua hal teknis, terutama pada usaha untuk mendapatkan penulis produktif, mengingat bila harus terbit regular.
by: Heronimus Bani

3 comments

  • Bak.menemukan harta karun yang bermanfaatAda jejak aksara disana

  • benar. Saya tercenung sebentar di kantor. Lalu saya ambil buku kecil ini, tempatkan dalam tas, trus ajak anak saya pulang ke rumah. Aih. Terima kasih sudah membaca tulisan saya sore ini.

  • Moti Marlino Ora

    Itulah orang yang lihai dalam menata aksara walau hrs berpacu dengan berbagai kesibukan yang lain. Pasti berceceran karya-karyanya, dan ketika tanpa sengaja menemukan kembali goresan-goresan yang telah samar-samar dalam kenangan, betaga bahagianya.
    Salut pak Bani. Berkaryalah terus…..