Kepatuhan Masyarakat Desa

KORO’OTO. Kepatuhan Masyarakat Desa Entahlah masyarakat desa di tempatmu. Mungkin tempat domisilimu bukan wilayah pedesaan, entah kota kecil atau kota besar, metro. Entah sebutan apa pada kotamu seperti Kota Kasih, Kota Reinha, kota Beriman, Bumi Melayu atau apapun istilah indah yang disematkan padamu, kami di tempat para amaf, nai ma usif, Pah Meto’.
Pagi ini saya ke sekolah oleh karena saya pernah memesankannya pada para siswa peserta US tahun 2019/2020 ini. Beberapa guru dan siswa yang berjumlah 24 orang datang di sekolah. Saya bahkan hampir saja terlambat karena guru kelasnya sempat menyampakan kebijakan pemerintah tentang pencegahan penyebaran covid-19. Jadi mereka sudah bersiap pulang. Saya tiba dan menyampaikan beberapa hal atas dasar surat-surat resmi yang dikeluarkan instansi/lembaga resmi pemerintah. Sesudah itu para siswa pulang, kami para guru duduk di kantor sambil menjaga jarak. Kami mempercakapkan beberapa hal sehubungan dengan protokol kesehatan dari pemerintah dan hal-hal teknis mengurus proses pembelajaran agar siswa tidak dirugikan pada akhir tahun pelajaran.Lalu kami bubar setelah saya menandatangani pengumuman yang ditempelkan di papan pengumuman.
Sepulangnya dari sekolah, saya merasa benar-benar ada suasana berbeda. Di pusat desa Nekmese’ yang biasanya ramai, sangat sepi. Saya mengambil henfon, membuat gambar ini.
Masyarakat desa Nekmese khususnya yang ada dalam kota desa ini benar-benar patuh pada social distancing yang digaungkan pemerintah sebagai salah satu cara pencegahan covid-19.
Di Balai dan kantor desa, pintu tertutup rapat. Tiga unit sekolah yang berjejer dalam satu kompleks di samping Utara pusat desa, sepi. Pasar sepi. Pustu, sepi. Pekerja di lapangan dan pelataran pasar, sepi. Seorang pemuda duduk melamun di samping truk yang diparkirkan di bawah pohon taduk besar di pelataran pasar. Rupanya ia sedang rindu pada sejuknya angin yang membelai rindangnya
area di bawah pohon itu.
Di Buraen, masyarakat pun bekerja seperti biasanya. Cerita tentang peristiwa duka yang sedang beruntun terjadi di sana, mereka mengikuti prosedur penguburan sebagaimana MSH GMIT menyiapkan prosedur operasional standarnya.
Kabar tentang seseorang yang ada dalam status ODP, belum dapat dipastikan benar ada di wilayah
selatan Amarasi ini. Para petugas kesehatan, pihak kepolisian dan anggota TNI yang bertugas monitoring terus bekerja dalam kesiagaan.
Beginilah situasi terkini masyarakat pedesaan. Kiranya covid-19 segera berlalu. Ingatlah selalu, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak dan sebaiknya di rumah saja.
Heronimus Bani

2 comments