Covid-19 bukan halangan Berdiakonia

KORO’OTO.- Di tengah maraknya berita tentang pandemi covid-19, dan penegasan MSH GMIT dan pemerintah untuk kesehatan dan keselamatan bersama, Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto tetap dapat melakukan aksi kecilnya yang dirancang untuk setiap dua bulan. Aksi Pelayanan Diakonia sudah terprogram yang semestinya dapat ditunda, akan tetapi para lansia termasuk kategori rentan, maka MJ Pniel Tefneno’ Koro’oto mengupayakan untuk tetap mewujudkan program ini.

Para Diaken tanpa masker berhubung di desa sampai saat ini aman dari sentuhan virus, tetapi berkumpul dalam jumlah tertentu tetap disarankan untuk menjaga jarak dan sentuhan fisik berlebihan.

Empat puluh empat lansia menerima bantuan berupa satu bingkisan kecil berisi sabun cuci, sabun mandi dan dua kilogram beras. Sangat sedikit untuk ukuran di desa. Itulah yang telah dapat dilakukan di sela kabar kecemasan ini.

Kegiatan ini didahului doa dan pujian yang dipimpin oleh Pdt. Papi Zina, S.Th. Selanjutnya para Diaken membawa bingkisan-bingkisan itu dan diantarkan ke rumah anggota lansia. Seorang di antaranya menerima secara simbolis dimana seluruh anggota Diaken menghadirinya. Pdt. Yulita Zina-Lero memimpin doa di rumah penerima bingkisan ini.

Setiap anggota Diaken berkunjung di rayon pelayanannya. Empat belas orang melayani di empat belas rayon.

Laporan: Dkn Ingrad Mayesi Takain
Foto: Dkn Ingrad M. Takain & Pdt. Papi Zina
Editor: Heronimus Bani

One comment

  • Ade Jelo

    Semoga dalam pelayanan ke depan, para diaken sudah bisa memakai masker.
    Bahkan masker menjadi salah 1 bagian dalam paket diakonia.