Kikukku Terkikis Mimpi Hari Esok

Aku, salah satu siswi pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 06 Kota Kupang. Ya. Aku yang berasal dari desa Nekmese’ Kecamatan Amarasi Selatan,, Kabupaten Kupang telah diterima menjadi salah satu siswi di sekolah yang kuidam-idamkan ketika masih berada di kampung. Aku telah mencari-cari informasi melalui media yang berterbaran di zaman ini. Aku memang dari kampung, tapi berusaha untuk tidak kampungan.

Ketika pertama kali ke kota, rasanya kikuk sekali. Belum punya teman yang dapat diajak bercerita dan bercanda. Tapi, puji Tuhan. Ketika mendaftar, aku mendapat teman juga. Kami berkenalan. Ia membantuku sebisanya. Puji Tuhan, ia pun lulus dan diterima. Kami akhirnya menjadi akrab.

Aku memilih jurusan Akuntansi. Temanku itu memilih jurusan yang sama. Sayangnya kami tidak sekelas. Walau tidak sekelas, kami dapat belajar bersama.

Hari-hari ini kami semua sedang belajar dari rumah saja berhubung pandemic covid-19. Tapi, pengalaman pertama ketika berada di kelas, sebagai siswi yang datang dari kampung, rasanya susah sekali. Mereka yang sudah berada di kota, mungkin sesama teman dari SMP yang sama atau berbeda tetapi sering bertemu, atau bertemu sebagai sahabat di pertemanan medsos seperti Facebook. Mereka mudah bergaul, bercerita dan bercanda.

Mulanya aku malu, tapi beruntung punya teman yang satu itu. Ia makin akrab denganku, bahkan berkerinduan untuk bersamaku ke desa, kampung kelahiranku. Aku belum mengijinkannya.

Aku berharap, pandemic covid-19 ini segera berlalu sehingga kami dapat segera kembali ke sekolah. Kembali bersama teman-teman yang sudah kurindukan, walau saat ini kami masih bisa terhubung melalui media sosial. Tapi, kepuasan berbeda bila di kelas bersama mereka dan para guru.

 

Ditulis oleh: Fini’honis Taopan
Editor : Heronimus Bani

4 comments

  • Munce

    Sangat kontekstual.dan alurnya terarah sehingga pembaca dapat menikmati cerita dalam bacaan dengan sebuah pengertian.

    • ya, anak-anak mesti dilatih menulis. Itu salah satu di antara yang mau belajar menulis. Terima kasih telah membacanya. Tuhan Yesus memberkati.

  • Rusmi Bani

    Luar biasa tulisan yg simple,asyik dan menginspirasi..
    Pengalaman seperti itu bagi saya itu satu motivasi spy adik jadi lebih percaya diri dan bangga bisa bersaing di kota..Tetap optimis anak kota dan desa tdk ada bedanya yg membedakan adalah kenampuan dlm belajar..

    • Benar, bukan anak kota atau anak desa. Semua anak duduk di ruang kelas dan ruang belajar yang sama. Pakai pakaian seragam yang sama warna dan model beda ukuran saja. Otak, sikap, tindakan, tutur, patut dikompetisikan dan mewujud pada penilaian orang. Raport hanyalah alat ukur sementara atas kemajuan belajar seseorang dan hanya pada aspek pengetahuan. Selamat berlatih menulis. Tuhan Yesus memberkati.