Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto Merayakan Hari Jadi ke-88

Koro’oto,tefneno-koroto.org, Hari ini Jumat (23/08/19) bertempat di gedung kebaktian Jemaat GMIT Pniel Tefneno’ Koro’oto berlangsung suatu kebaktian yang diadakan khusus untuk memperingati hari jadi/hari lahirnya Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto.

Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto lahir pada 1 Agustus 1931. Jauh sebleumnya, pada 1915, orang Koro’oto sudah ada yang dibaptiskan ketika masuk sekolah di Sekolah Rakyat Oekabiti dan dilanjutkan di Sekolah Rakyat Noeko’u dan Sekolah Rakyat Hauhena’.

Penetapan 1 Agustus 1931, berdasarkan dokumen yang dimiliki oleh Thimotius Saebesi yang pada saat itu ditugaskan oleh Indiche Kerk agar bertugas ke ‘Bena dan Koro’oto seb

agai Guru Injil. Di sanalah titik berangkatnya.

Hari ini, Pdt. Jesmarlianus Riwu Djonaga, MA memilih teks Firman Tuhan dari Pengkhotbah 12

Dalam khotbahnya, Pdt Jes menyampaikan hal-hal seperti berikut ini:

  • Mengingatkan tahapan perkembangan kodrati manusia. Tahapan biologis dan kronologis. Secara biologis, manusia ada dari sejak kandungan (ay.5b,7), lahir
  • Kronologis, mengisahkan tentang fase-fase kehidupan yang realistis, untung dan malang. Hal penting yang ditekankan Pengkhotbah, ingatlah akan Penciptamu, Khalikmu. Kehidupan yang berorientasi sepenuhnya kepada Allah itulah yang menjadikan manusia selalu harus mengingat kepada Allah Penciptanya. Perjuangan hidup sebagai manusia sangatlah wajar bila, orang membuang penderitaan dari raganya, membuang kesedihan dan kesusahan dari dalam dirinya, membuang segala hal buruk dari dirinya dan mau pada hal-hal baik saja. Walau demikian, sangatlah harus untuk mengingat akan Penciptanya. Dalam keseluruhan hidup manusia, orang berusaha paling tidak pertama-tama untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan primer (makan-minum, pakai) dan segala hal yang orientasinya pada diri. Manusia merasa merdeka terus bertabrakan kepentingan sehingga mereka harus menciptakan aturan-aturan. Dengan aturan yang dihasilkan setiap saat, itu semua untuk menata ketertiban. Walau semakin banyak aturan, semakin banyak pul masalah yang dihadapi manusia. Manusia pada akhirnya berorientasi pada eksistensi diri. Manusia tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya pada hari ini. Ia akan terus bekerja untuk kepuasan diri. Inilah catatan penting dari yang dipesankan Pengkhotbah.

Jika memahami hidup dimulai dari diri sendiri, maka akan banyak hal yang tak dapat diwujudkan secara lebih baik. Mestinya mulai dengan berada di dalam Tuhan. Ingatlah akan Penciptamu.

Manusia pada akhirnya akan kembali kepada asalnya (debu) raganya kembali kesana. Sementara rohnya kembali kepada Penciptanya.

Dalam rangka hari lahir jemaat di Koro’oto, Firman Tuhan mau menyampakan pesan:

  • Mampu membawa hidup ke tujuan kekekalan
  • Hidup harus bergantung sepenuhnya kepada Allah, sang Khalik.
  • Ingatlah Pencipta kita untuk hidup yang lebih baik. Dasar hidup kita yang demikian akan tahan terhadap goncangan, tidak bolehlah untuk menyangkal akan Penciptamu.

Orientasikan hidup untuk mengabdi kepada Tuhan. Hanya itulah kunci hidup yang kekal.

 

Penulis: Heronimus Bani

Dibantu: Sandy Lette