Darah (1)

Darah
(Refleksi tentang darah dalam beberapa dimensi)

Sekedar Awalan

Seorang bapak bercerita pada kami bahwa kepadanya telah disematkan tanda penghargaan berupa sebentuk cincin di jarinya. Cincin ini diberikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono. Sang bapak berjasa telah mendonorkan darahnya untuk kepentingan kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur. Cincin itu diperlihatkan kepada kami yang mendengarkan ceritanya, dan diaminkan oleh rekannya yang seperjalanan. Sungguh suatu prestasi tak terkira.

Kata kunci dari cerita itu adalah darah bagi kemanusiaan, di samping donor dan donatur. Saya hendak fokus pada darah.

Mengapa darah? Saya tidak membahas secara panjang lebar oleh karena saya tidak mempunyai latar pengetahuan khusus pada hal yang satu ini. Namun bila menelusuri dunia informasi dengan mesin pencari dan kata kunci seperti yang saya sebutkan kita dapat menemukan beragam informasi yang sekaligus memberi tambahan pengetahuan. Oleh karena tiu, saya rindu bercerita dalam tulisan tentang darah dalam satu dua dimensi.

Darah Dalam Dimensi Kesehatan Manusia

Makhluk manusia dan hewan, bahkan tumbuhan sangat memerlukan darah. Pada tumbuhan walaupun bukan berwarna merah, tetapi orang dapat saja mengelompokkan getah sebagai darah tumbuhan. Sementara hewan dan manusia, darah yang kelihatan secara kasat mata selalu cairan berwarna merah hingga merah gelap. Itu yang nampak selain cairan darah putih.

Rizky Mandasari[1] mencatat sepuluh fungsi darah pada tubuh manusia : 1) mengedarkan sari makanan, 2) mengangkut oksigen, 3) mengedarkan hormon, 4) membawa sisa oksidasi sel tubuh, 5) menyerang kuman atau bakteri yang masuk, 6) menyembuhkan luka, 7) mengangkut karbondioksida, 8) membuang zat-zat sisa ke ginjal dan kulit, 9) mengatur suhu tubuh, dan 10) memendam bibit penyakit.

Darah yang kelihatan sebagai cairan berwarna merah itu sesungguhnya terbentuk dalam komponen-komponen. Rizky Candra Swari[2] mencatatkan empat komponen pembentuk darah. Plasma darah,  Cairan berwarna kuning bening ini mengandung air sebanyak 92 persen, sementara 8 persen sisanya merupakan campiran dari gula, lemak, protein, dan garam. Eritrosit,  Cairan berwarna kuning bening ini mengandung air sebanyak 92 persen, sementara 8 persen sisanya merupakan campiran dari gula, lemak, protein, dan garam. Leokosit,  bertanggung jawab untuk melawan infeksi virus, bakteri, dan jamur yang memicu perkembangan penyakit. Hal ini disebabkan karena sel darah putih memproduksi antibodi yang akan membantu memerangi zat asing tersebut. Leukosit juga diproduksi di sumsum tulang dengan berbagai jenis yang berbeda-beda, meliputi limfosit, basofi, eosinofil, neutrofil, dan monosit. Semua jenis leukosit memiliki tugas yang sama untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, Trambosit, Di dalam darah, jumlah trombosit yang normal berkisar dari 150 ribu – 400 ribu per mikroluter darah. Jika jumlah trombosit dalam tubuh lebih tinggi dari kisaran normal, maka Anda berisiko mengalami pembekuan darah yang bisa menimbulkan penyakit stroke dan serangan darah. Sebaliknya, jika trombosit Anda lebih rendah dari kisaran normal, maka Anda berisiko mengalami perdarahan hebat karena darah sulit membeku.

Membaca dua pandangan ini tentulah kita segera sadar bahwa darah amat penting dalam tubuh kita. Ia tidak boleh dianggap sebagai hanya satu bagian atau unsur yang melengkapi tubuh. Ia bukan anggota tubuh, tetapi ia menjadi unsur yang menghidupkan. Manusia dapat saja lahir cacat, tidak lengkap anggota tubuhnya, tetapi ia tetap akan hidup oleh karena ada salah satu unsur yang menghidupkan yaitu, darah.

Meskipun semua darah manusia terbuat dari unsur-unsur dasar yang sama, namun tidak semua darah itu sama. Pengklasifikasian atau penggolongan darah ditentukan oleh ada atau tidak adanya zat antigen dan antibodi yang terkandung dalam darah tersebut. Pada umumnya, darah manusia diklasifikasikan menjadi 4 jenis golongan darah yang berbeda. Setiap Golongan Darah tersebut kemudian dikelompokkan lagi berdasarkan Faktor Rhesus (Rh) yaitu Rhesus Positif (Rh+) dan Rhesus Negatif (Rh-) sehingga dapat dikatakan bahwa pada dasarnya golongan darah sebenarnya terdiri dari 8 jenis yakni A+, A-, B+, B-, AB+, AB-, O+ dan O-.

Dalam artikel yang dimuat oleh Dikcson, ia menempatkan daftar transfusi darah yang tepat. Catatan ini menarik untuk menjadi pengetahuan umum masyarakat bahwa bila seseorang dengan golongan darah tertentu akan menerima golongan darah tertentu daari pendonornya. Mari memperhatikan daftar berikut ini.

 

Golongan Darah Dapat Menerima darah dari Golongan Darah Data Menyumbangkan darah ke Golongan Darah
A A, O A, AB
B B, O B, AB
AB AB, A, B, O AB
O O A, B, AB, O

Tabel di atas dan di bawah ini dibuat oleh Dikcson dalam laman website ilmupengetahuanumum.com

Dalam table kedua ini menggambarkan  pewarisan golongan darah dari ayah dan ibu kepada anak.

Ibu Ayah
O A B AB
O O O, A O, B A, B
A O, A O, A O, A, B, AB A, B, AB
B O, B O, A, B, AB O, B A, B, AB
AB A, B A, B, AB A, B, AB A, B, AB

Selain pengetahuan tentang transfusie darah dimana orang lain dapat memberikan darahnya yang sejenis kepada orang lain untuk saling menolong demi menyambung kehidupan, orang pun mesti mengetahui akan petingnya berbagai penyakit yang bertalian dengan darah.

Dalam ungkapan sehari-hari orang awam seakan memahami adanya tekanan darah tinggi dan tekanan darah rendah. Gejala awal menjadi pengetahuan mereka dan pengobatan sebagai tindakan pertolongan pertama dilakukan.

Berikut ini sejumlah penyakit yang terjadi pada darah yang mengalir dalam tubuh kita. Syahar Banu[3] menulis secara ringkas jenis-jenis penyakit seperti, pendarahan. Ini disebabkan sabetan benda tajam pada kulit. Darah mengucur deras inilah yang disebut pendarahan, selain pengetahuan tentang pendarahan yang dialami dalam kasus tertentu oleh perempuan. Hematotoma, pendarahan internal yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Hal ini terjadi oleh karena benturan benda keras. Bengkak dan bernanah itulah yang kelihatan kemudian dan menjadi pengetahuan awam.

Leukimia, penyakit kanker sel darah. Beberapa ciri leukimia seperti, mimisan, pendarahan di gusi dan lubang dubur, menstruasi yang sangat banyak, berkeringat pada malam hari, nyeri tulang, kehilangan nafsu makan, pembengkakan dan rasa sakit di sisi sebelah kiri perut. Anemia, kondisi dimana darah kekurangan sel darah merah yang sehat (hemoglobin/hb). HB diperlukan untuk mengikat oksigen (O2). Dan beberapa jenis penyakit yang disebabkan kelainan pada darah.

Meme Devi memberikan tips agar darah tetap sehat dalam tubuh kita, sebagai berikut:

Dokter akan mengawali diagnosis kelainan darah dengan menanyakan gejala yang muncul serta memeriksa riwayat kesehatan pasien dan keluarga. Lalu, diagnosis akan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik yang meliputi:

  • Pemeriksaan kulit dan selaput lendir untuk melihat adanya memar, bintik merah atau ungu, ruam, dan warna kulit yang pucat.
  • Pemeriksaan pada leher, ketiak, dan selangkangan jika ada pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Pemeriksaan sendi jika terlihat bengkak.
  • Pemeriksaan perut untuk melihat adanya pembesaran pada organ hati dan limpa.
  • Pemeriksaan colok dubur untuk mengetahui adanya darah dalam feses.

Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendukung diagnosis. Pemeriksaan lanjutan tersebut meliputi:

  • Tes darah
    Pemeriksaan darah lengkap akan dilakukan untuk melihat jumlah dari setiap bagian darah. Tes ini dapat dilakukan dengan cepat menggunakan mesin. Untuk mendukung hasil, pemeriksaan hitung manual dengan mikroskop juga dapat dilakukan.
  • Aspirasi sumsum tulang
    Aspirasi sumsum tulang dilakukan untuk melihat kondisi dari sumsum tulang atau ‘pabrik darah’. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil darah dan sebagian kecil jaringan sumsum tulang untuk diteliti di laboratorium.

Heronimus Bani

Karena terdiri dari jenis-jenis yang berbeda, upaya pengobatan, pencegahan, serta komplikasi kelainan darah sangat beragam. Oleh karena itu, penanganan penyakit ini akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Dengan diagnosis dan penangan dini, komplikasi dan kekambuhan dari kelainan darah dapat dihindari

Seri kedua tentang Darah dalam Dimensi Ritual Agama Suku

 

 

[1] https://www.liputan6.com/health/read/3765912/fungsi-darah-pada-manusia-dan-jenis-jenis-sel-darah-yang-wajib-kamu-tahu

[2]https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/fakta-tentang-darah/

[3]https://id.theasianparent.com/berbagai-penyakit-darah-yang-wajib-anda-ketahui