Koro’oto dalam Kebaktian bergaya Normal Baru

Koro’oto dalam Kebaktian bergaya Normal Baru

Koro’oto, tefneno.koroto.org.- Minggu, 7 Juni 2020, hari pertama dalam masa beribadah di gedung gereja. Gedung gereja di GMIT Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto kembali dibuka untuk seluruh anggota jemaat dapat mengikuti kebakatian. Pengaturan sedemikian rupa dilakukan di bawah koordinasi Majelis Jemaat bersama UPP dan Badan Pengurus Pemuda.

  • Sebelum kebaktian dimulai, para pemuda sudah terlebih dahulu berada di gedung kebaktian untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Penyemprotan dilakukan pada hari Sabtu sore, dilanjutkan pada sesi antarjadwal kebaktian.
  • Menyiapkan tempat cuci tangan dimana air yang ditampung harus dapat dialirkan. Satu unit drum berdaya tampung 200 liter air disiapkan. Di sampingnya ada sabun cair dan tisu
  • Memasuki ruang kebaktian, setiap anggota jemaat yang mengikuti kebaktian diwajibkan memakai masker. Pengurus Pemuda ditugaskan berdiri untuk memastikan hal ini. Bila belum memilikinya, Majelis Jemaat wajib menyediakan masker itu dan mencatat penerimanya agar tidak terjadi pembagian masker secara berganda pada orang  yang sama.
  • Tempat persembahan telah disiapkan di pintu masuk. Setiap peserta kebaktian memasukkan persembahannya di sana, baik persembahan rutin (kolekte), maupun yang lainnya (perpuluhan, nazar, diakonia atau syukur).
  • Posisi duduk anggota jemaat di dalam ruang kebaktian diatur sedemikian rupa sehingga ada jarak antarmereka baik dari samping maupun ke belakang. Setiap bangku ditempati dua orang peserta kebaktian.
  • Liturgi kebaktian dilangsungkan boleh dengan mengisi nomor lagu oleh penyanyi seperti Vocal Group, Paduan Suara, dan solo/duet atau apapun, tetapi diizinkan hanya satu jenis satu.
  • Pada saat liturgi persembahan peserta kebaktian menyanyikan lagu untuk membawa kotak-kotak persembahan dari pintu masuk ke altar untuk didoakan.
  • Kebaktian berlangsung dalam durasi waktu tidak lebih dari satu jam.

5 comments