Advokasi menuju Radio Komunitas

Advokasi menuju Radio Komunitas

Koro’oto,tefneno-koroto.org.- Minggu (14/06/20), telah menjadi satu titik sejarah di Koro’oto. Apakah dari sini akan berlanjut? Hal ini menjadi pertanyaan. Boleh jadi ya, boleh jadi, bingung hingga akhirnya belum dan tidak. Tapi, apakah tools yang sudah dimiliki menjadi mubazir? Jawabannya, “Saya kira Tuhan kecewa pada kita yang sudah memanfaatkan persembahan anggota jemaat melalui kolekte yang dikelola untuk kepentingan pelayanan. Salah satunya melalui radio.”

Setelah menunggu beberapa tahun lamanya, kini Radio yang disebutkan namanya dalam beberapa waktu ini, Radio Swara Koro’oto, menghiaskotorkan udara dan gelombang hingga tiba di titik-titik tangkapan siaran radio. Lalu para pendengar di antaranya menyambut antara suka dan heran, sambil mencoba berpikir, apakah akan berlanjut atau sekedar gaya?

Pdt. Karel de Fretes, Direktur Radio Swasta Suara Kasih GMIT telah berkunjung ke Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto. Ia berkenan memimpin kebaktian utama ketiga pada Minggu kedua Juni 2020 ini.

Sesudah kebaktian itu, Pdt. Karel de Fretes mengadvokasi Majelis Jemaat tentang banyak hal yang berhubungan dengan radio. Hal-hal itu antara lain yang berhubungan dengan aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah hingga hal-hal teknis yang semuanya menjadi pengetahuan baru kepada para anggota MJ di Koro’oto.

Tekad hendak dibulatkan dalam kegambangan. Karena itu, langkah yang harus ditempuh mesti dimulai secara perlahan namun pasti. Mengapa? Karena memenej organisasi radio dengan aturan yang tersedia hingga mendapatkan pengesahan dari pemerintah, butuh waktu yang lama. Keseriusan sajalah yang akan mengantarkan untuk sampai ke sana, sambil membenahi segala tools/perlengkapan yang diperlukan dalam rangka hal itu terwujud.

Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto telah mencobanya. Akan seperti apa selanjutnya? Majelis Jemaat tidak berpangku tangan. Itu pasti!

Terima kasih untuk advokasi yang telah disampaikan oleh Direktur Radi Suara Kasih, Pdt. Karel de Fretes. Motivasi pada Jemaat Koro’oto belum berakhir. Gandengan untuk “hidup” bersama sebagai telah dimulai.

 

Koro’oto, 15 Juni 2020

4 comments