Perjamuan Kudus Subuh

Perjamuan Kudus Subuh

Kamis subuh (18/06/20), anggota sidi GMIT Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto berbondong-bondong dalam kelompok untuk dapat mengikuti Perjamuan Kudus yang tertunda pada Jumat Agung yang lalu akibat merebaknya virus korona.

Setelah melalui pergumulan yang mendalam selama bulan-bulan terlewatkan akibat pandemi korona, kini sudah ada jalan terbuka walau terasa masih kurang nyaman. Tetapi kebaktian-kebaktian sudah dapat dimulai. Selanjutnya, pelayanan sakramen baptisan dan perjamuan kudus pun mulai dapat dilayankan kepada anggota jemaat. Masih ada harapan untuk pelayanan peneguhan pernikahan. Hal yang satu ini masih butuh percakapan untuk mengetahui aturan yang berlaku dari Kementerian Agama dan instansi teknis terkait pencatatan sipil.

Semua ini harus dilewati agar menghindarkan anggota jemaat dari transmisi lokal. Protokol kesehatan tetap harus dijalankan dalam kebaktian utama, layanan sakramen dan peneguhan.

Oleh karena itu, sekalipun Kamis subuh telah berlangsung layanan Perjamuan Kudus di Koro’oto, jemaat Koro’oto menerima pelayanan itu sebanyak 3 kali kebaktian. Pada pukul 05.00 hingga pukul 06.15; pukul 06.30 – 08.00; dan pukul 08.15 – 09.15.

Menerima layanan sakramen Perjamuan Kudus dengan pendekatan baru, diharapkan suasana ini tetap memberi nilai yang bermakna pada anggota jemaat baik sebagai individu maupun komunitas berjemaat dalam hubungan pribadi mereka dengan Tuhan.