Kisah Para Rasul Bahasa Amfo’an

Kisah Para Rasul Bahasa Amfo’an

Dalam kebaktian Minggu, 28 Juni 2020, di GMIT Jemaat Pniel Lelogama telah diteguhkan dan diperhadapkan 54 orang anggota sidi baru. Ke-54 orang ini dibagi dalam dua rombongan peneguhan dan perhadapan, masing-masing 27 orang dalam dua kebaktian. Kebaktian pertama pada pukul 07.00 dan kebaktian kedua pada pukul 09.00

Pada kebaktian kedua (09.00) di sana disampaikan bahwa Kitab Kisah Para Rasul dalam Bahasa Amfo’an telah selesai dikerjakan dan telah dapat dilihat fisiknya. Oleh karena itu, semua warga gereja di wilayah Amfoang Raya patut bersyukur. Pdt Sofia yang memimpin kebaktian kedua menyampaikan doa syukur pada Tuhan.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Pniel Pniel Lelogama, Pdt. Ester Simanjuntak dalam suara gembala menyampaikan rasa terima kasih dan syukur, bahwa Unit Bahasa dan Budaya GMIT telah mengupayakan terjemahan ini. Bersyukur dan pujian pada Tuhan patut terus dinaikkan. Ada harapan dan doa agar tim yang sedang bekerja Tuhan menyertai dan memberi hikmat.

Sementara itu, Advisor Tim Klaster Uab Meto’, Roni Bani yang mewakili UBB GMIT, menyampaikan bahwa UBB GMIT dalam tugasnya hendak membawa Firman Tuhan ke dalam bahasa hati, bahasa ibu, bahasa yang paling mudah dimengerti. Berharap agar jemaat dapat terus mendoakan tim yang sedang bekerja untuk seluruh Perjanjian Baru. Saat ini sedang dikerjakan Kitab Kejadian, satu-satunya kitab yang diprogramkan dalam terjemahan ini.

Akhir dari acara ini, buku diterimakan dari wakil UBB GMIT kepada Pdt. Sofia yang memimpin kebaktian, disaksikan Ketua Majelis Jemaat Pniel Lelogama, yang dilanjutkan kepada seorang anggota sidi baru mewakili jemaat/umat di Lelogama dan Amfoang pada umumnya.

Kiranya Tuhan memberkati usaha dan kerja keras ini, dan buku yang dihasilkan bermanfaat, serta bahasa daerah mulai tertulis dan dilestarikan.

 

oleh: Heronimus Bani

 

One comment

  • Ade Jelo

    Selamat untuk Amfo’an.

    Apakah kitab Kisah Para Rasul saja yang baru diterbitkan dari keseluruhan PB Untuk bahasa Amfo’an?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *