Mari Buktikan Niat menjadi Nyata

Wakil Ketua Majelis Klasis Amarasi Timur, Pdt. Fernando Paulus, S.Th dalam Suara Gembala amat singkat dan padat berkata,”Mari Buktikan niat menjadi nyata!” Pernyataan pendek itu disampaikan dalam rangkaian acara kebaktian syukur peletakan batu pertama renovasi gedung gereja Pniel Tefneno’ Koro’oto. Sang pendeta tidak banyak bicara. Kurang dari dua menit ia menyampaikan rasa terima kasih dan menyapa para hadirin terutama para pejabat pemerintah dan gereja. Ia menyampaikan permohonan maaf Ketua Majelis Klasis yang berhalangan dan oleh karena itu mengutusnya.

Sementara itu, Bupati Kupang yang hadir bersama Kepala Bagian Sosial, didampingi pula Camat Amarasi Selatan, menyampaikan beberapa pokok pikiran sehubungan dengan pembangunan yang sedang dijalankannya bersama jajaran pemerintah Kabupaten Kupang. Di antara item pembangunan itu adalah spiritualitas dan mentalitas. Item ini menjadi penting sehingga bagi pemerintah Kabupaten Kupang masa ini, Gereja menjadi salah satu tiang yang turut menopang rumah besar Kabupaten Kupang dalam pembangunan.

Oleh karena itu, ketika Ketua Majelis Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto bersama Kepala Desa Nekmese mengundang untuk menghadiri kebaktian ini, Bupati Kupang, Drs. Korinus Masneno menyanggupi dan menjadwalkan untuk hadir.

Menurut Bupati Kupang, di Kabupaten Kupang banyak rumah gereja sedang dibangun, bukan saja milik GMIT, tetapi gereja-gereja dari Sinode lainpun dibangun. Membangun rumah gereja dengan anggaran besar harus diisi pula oleh orang-orang dengan spirit dan mental yang baik. Pemerintah Kabupaten Kupang mendukung upaya membangun, memperbaiki termasuk renovasi seperti yang dilakukan oleh Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto.

Pada akhir sambutan, Bupati Kupang menyampaikan bahwa bantuan sosial untuk gereja-gereja setiap tahun ada, tetapi bukan diarahkan hanya kepada gereja tertentu saja. Semua harus mendapatkan bagian bantuan itu agar asas keadilan dan pemerataan dapat berlangsung dan dirasakan oleh umat beragama di Kabupaten Kupang.

Sebelumnya, Ketua Majelis Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto menyampaikan beberapa pokok program di antaranya pembangunan gedung gereja ini dan pengembangan radio komunitas. Tentang Gedung gereja disampaikan bahwa anggaran yang dibutuhkan hampir mencapai 2 milyar rupiah. Setiap Kepala Keluarga menyerahkan persembahan pembangunan sejak tahun 2014 tiap tahun sebesar satu juta rupiah selama lima tahun. Walau belum semuanya melunasi persembahan itu, namun jemaat telah memulainya.

Bupati  Kupang menyambut pokok program itu dengan menyampaikan bantuan berupa 100 zak semen melalui Bagian Bantuan Sosial dan uang sebesar lima juta rupiah. Tentang semen harus mengurus administrasi persuratan berupa proposal. Hal ini disampaikannya dengan mengingatkan agar segera memasukkan proposal ke kantor bupati melalui Bagian Bantuan Sosial.

Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Kupang bersama Wakil Ketua Majelis Klasis Amarasi Timur, Camat Amarasi Selatan dan Kepala Desa Nekmese. Semua itu disaksikan oleh para pejabat yang menyertai bupati dan warga gereja di Koro’oto dan denominasi Advent yang turut hadir dalam acara tersebut.

 

Koro’oto, 16 Juli 2020
Heronimus Bani

One comment