Bertutur tentang Kasih Tuhan

Bertutur tentang kasih dan kebaikan Tuhan

Efesus 3:20
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

Apa yang akan saya kisahkan dengan foto ini?


Sekilas nampaknya foto ini biasa-biasa saja. Ada tanaman bunga mawar kecil yang telah kering daunnya sebagian, hijau sebagian dan bakal bunga sudah muncul, hendak kuncuplah dia. Ya. Biasa saja.

Tapi ada kisah sebelum itu yang ingin saya bagikan. Beberapa minggu lalu tanaman ini sudah berada di puncak kepunahan. Daunnya semua telah menjadi kering, batangnya pung menghitam. Dalam pikiran saya, bunga ini akan segera mati, tak akan berguna bila mengharapkan dia hidup dan memberi kembang yang menyejukkan hati. Maka bunga ini saya pindahkan ke tempat yang lebih teduh dan saya biarkan di situ, tak menghiraukannya lagi.

Nah, hari ini, secara tidak sengaja sambil menggendong bayi Grizelle di bawah keteduhan pohon sawo, saya melepas pandang dan melihat tepat ke arah bunga ini dan terheran-heran. Saya mendapati ternyata apa yang saya pikir tidak lagi ada harapan, memberi kenyataan yang berbeda. Kenyataan tidak seperti yang saya sangkakan. Bunga ini bertahan hidup bahkan berusaha untuk berkembang seolah mau mengatakan kepada saya bahwa jangan pernah hilang percaya, selama masa ada kehidupan, sesulit apapun, jangan hilang harap, karena Tuhan melakukan jauh lebih dari yang kita doakan dan kita pikirkan.

 

Ah..sejenak hati tersentuh dan merenung, ada pelajaran berharga di sini. Banyak kali kita bertemu kenyataan yang tidak seperti apa yang kita pikirkan dan harapkan, bahkan yang kita doakan. Kita berpikir bahwa semuanya sudah binasa, termasuk binasa juga semua harapan kita akan hidup. Bahkan dalam kehidupan keluarga kita, seorang ayah yang giat bekerja berusaha untuk memberi hidup layak pada istri dan anak-anaknya, namun tidak semudah itu ia dapat mewujudkan impiannya, banyak tantangan yang datang seolah mau mematahkan dan memadamkan segala asa itu.

 

Seorang ibu, seorang perempuan dalam rumah tangga yang membangun hidup baru dengan segudang idealisme, berhadapan dengan kenyataan rumah tangga tidak seideal pikiran masa gadisnya, kadang membuat depresi dan kecewa. Anak-anak dengan cara hidup masa kini yang mestilah beradaptasi dengan zaman pikiran orang tua yang tidak sama dengan pemikiran pada zamannya, tantangan globalisasi dan pergaulan membuatnya harus bisa menjadi prajurit yang menang atas dirinya sendiri bahkan..

 

Saudaraku.Banyak hal dalam hidup kita yang menantang untuk melihat dengan cara Tuhan. Apa yang kita doakan dan pikirkan bagi kita itu yang terbaik. Tapi bagi Tuhan ada yang jauh lebih baik dari itu. Bahkan pada saat tak terduga,, kita akan menemukan kebaikan Tuhan yang menghidupkan.

 

Tetaplah berpengharapan.

 

Editor: Heronimus Bani

Dikutip atas izin pemilik akun FB Ita Lero

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *