SOP Perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Wilayah Pelayanan GMIT

Pengantar

Minggu pagi (6/12/20), sesudah kebaktian kedua di Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto, Majelis Jemaat Harian dan BP3 Jemaat duduk bersama dalam suatu rapat koordinasi. Rapat ini membahas hal urgen sehubungan dengan perayaan Natal tahun 2020 dan menyambut Tahun Baru, 1 Januari 2021. Sesungguhnya hal ini sudah ada dalam program kerja Majelis Jemaat untuk tahun 2020, namun harus dibahas untuk lebih mengingatkan pada hal-hal teknis pelaksanaan. Materi tersebut dibahas pada minggu sebelumnya yaitu pada tanggal 29 November 2020. Hasilnya telah disampaikan kepada Majelis Jemaat agar disampaikan kepada anggota sidi dan anggota jemaat secara keseluruhan.

Rapat Koordinasi Minggu (6/12/20) ini berbeda. MJH – BP3 Jemaat harus melakukan penjadwalan kembali dan peniadaan beberapa kegiatan perayaan natal tahun 2020 berhubung datangnya surat edaran dari Majelis Sinode GMIT tertanggal 4 Desember 2020, Nomor: 1365/GMIT/I/F/Des/2020 yang dilampirkan dengan SOP Perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Wilayah Pelayanan GMIT. Berikut redaksi kutip sebahagian untuk turut mempublikasikan (penjemaatan).

SOP Perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Wilayah Pelayanan GMIT

Pelaksanaan Perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Perayaan Natal dan tahun baru dalam jemaat-jemaat sesuai status wilayah atau zona dilaksanakan sebagai berikut:

 

  • Ibadah dan perayaan Natal serta tahun baru dilaksanakan secara sederhana/ugahari. Perayaan natal yang selama ini dilakukan di gedung-gedung kebaktian dan kelompok teritorial/kategorial/fungsional diganti dengan pelayanan diakonoa kepada saudara-saudara yang membutuhkan dan memberi perhatian kepada persekutuan di tengah-tengah keluarga.
  • Perayaan natal dan tahun baru di gugus/rayon/sel/oikos, maupun di kelompok kategorial dan fungsional selama masa pandemi ditiadakan. Semua ibadah natal dan tahun baru secara berjemaat dilakukan di gedung gereja.
  • Selain disleenggarakan bersama di gedung gereja, ibadah natal dan tahun baru juga disiarkan secara daring/live streaming
  • Liturgi tetap mengacu pada pembaruan SOP yang dikeluarkan oleh Majelis Sinode, yaitu semua lagu hanya satu (1) ayat, durasi khotbah 10 menit, tidak ada paduan suara dan vokal grup, maupun pementasan drama dan sejenisnya. Pembakaran lilin dilakukan oleh petugas dengan protokol yang ketat (jumlah terbatas,memakai masker, dan menjaga jarak)
  • Bagi anggota jemaat dengan kondisi berikut: wanita hamil, anak-anak di bawah 12 tahun dan orang lanjut usia, kondisi tubuh yang kurang sehat, atau memiliki penyakit bawaan yang beresiko terhadap paparan virus covid-19, diminta untuk tetap beribadah di rumah. Untuk itu Majelis jemaat tetap menyiapkan dan membagi tata ibadah untuk ibadah di rumah.
  • Tidak ada acara akan dan minum selesai ibadah natal, termasuk salam jabat/peluk-cium untuk mengurangi kontak fisik.
  • Jumlah jemaat yang dapat mengikuti kegiatan ibadah dan perayaan natal serta tahun baru secara berjemaat di gedung gereja tidak melebihi 0% darai kapasitas rumah ibadah.
  • Untuk itu majelis jemaat menambah frekuensi ibadah, terutama pada tanggal 24, 25, dan 31 Desember serta 1 Januari 2021 yang berpotensi dihadiri ratusan sampai ribuan orang.
  • Seluruh ibadah perayaan natal, syukur natal, dan tahun baru dilaksanakan pada pagi hingga siang/sore hari. Perayaan pada malam hari ditiadakan/dipindahkan ke pagi hingga sore agar majelis jemaat/panitia dapat melakukan pengawasan dan penegakan protokol kesehatan.
  • Kunjungan antar keluarga untuk saling menyampaikan ucapan selamat ditunda sampai berakhirnya masa pandemi. Khusus ucapan selamat natal masing-masing keluarga atua individu dapat membuat vidio pendek atau menyampaikan uapan selamat melalui media digital yang lain. Hal itu dapat dimulai dari keluarga para pendeta yang membuat ucapan natal dan tahun baru lewat kartu digital foto atau vidio yang disebarkan melalui WA dan berbagai platform media sosial yang lain.
  • Selama masa pandemi, termasuk pada saat perayaan natal dan tahun baru, para pendeta tidak boleh meninggalkan tempat pelayanan di jemaat.
  • Majelis Jemaat/Majelis Klasis dapat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Laboratorium Biomolekuler Provinsi NTT untuk melakukan tes swab secara massal (q-pooled PCR test) kepada semua majelis jemaat/anggota jemaat. SEbelum swab test perlu dilakukan sosialisasi agar jemaat dapat memahami mengapa swab test perlu dilakukan. MSH dapat membantu memfasilitasi swab massal dimaksud.
  • Kewajiban Majelis jemaat/panitia perayaan natal dan tahun baru/tim tanggap covid tiap jemaat:
    • Tim Covid-19 di lingkup jemaat menjadi ujung tombak dalam melakukan sosialisasi dan penyadaran kepatuhan protokol kesehatan demi pencegahan penularan covid-19
    • Memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah pada tempat-tempat yang mudah terlihat
    • Menyiapkan petugas/seksi khusus untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehaan di area rumah ibadah. Seksi ini berkewajiban mengawasi dan menegakkan pelaksanaan protokol kesehatan di tiap ibadah natal dan tahun baru.
    • Melakukan pembersihan dan disinfektan secara berkala di area rumah ibadah.
    • Menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun, hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar rumah ibadah
    • Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh anggota jemaat yang datang beribadah, termasuk jemaat tamu. Jika ada anggota jemaat dengan suhu >37,5″C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), yang bersangkutan diminta untuk kembali beribadah di rumah dan tidak diperkenankan memasuki rumah ibadah.
    • Membatasi pintu/jalur keluar-masuk rumah ibadah guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.
    • Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai, kursi, minimal jarak 1,5 meter
  • Kewajiban anggota Jemaat yang akan mengikuti kegiatan ibadah dan eprayaan natal dan tahun baru:
    • Anggota jemaat, umat dalam kondisi sehat
    • Menggunakan masker dan face shield (masker wajah) sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah.
    • Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.
    • Mengindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan.
    • Menjaga jarak antar jemaat, umat minimal 1,5 meter
    • Menghindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di area rumah ibadah, selain untuk kepentinan ibadah yang wajib.
    • Bagi anak-anak dan jemaat, umat lanjut usia (di atas 60 tahun) yang rentan tertular penyakit serta orang dengan sakit bawaan yang beresiko tinggi terhadap covid-19 diwajibkan mengikuti ibadah secara daring di rumah masing-masing dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh Majelis Jemaat.
    • Bagi Jemaat tamu dari luar daerah/luar kota, perlu melapor diri kepada majelis ejmaat setempat 2-3 hari sebelum kebaktian dengan memperlihatkan hasil tes PCR atau Rapit Test yang masih berlaku.
    • Ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di gedung gerja sesuai dengna kententuan.

Penutup

Majelis Jemaat Harian (MJH) dan BP3 Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto telah berkoordinasi membahas SOP tersebut. Selanjutnya disepakati untuk melakukan penjadwalan kembali pada ibadah-ibadah natal yang sudah direncanakan, serta meniadakan beberapa ibadah yang sudah disepakati dan sudah mentradisi dalam jemaat.  Hal ini dilakukan untuk merespon secara positif surat edaran MS GMIT yang salah satu pointnya adalah SOP sebagaimana dikutipkan sebahagiannya di sini.

MJH dan BP3 Jemaat menyepakati pula untuk melakukan ibadah-ibadah itu tidak pada malam hari seperti yang tertuang dalam edaran ini. Selanjutnya satu point pentingnya adalah mengaktifkan Satuan Tugas Covid-19 yang ada dalam Jemaat, melalui BPP dan UPP-MJ Pemuda. Merekalah yang akan mendapatkan tanggung jawab pelaksanaan dan pengawasan protokol kesehatan selama masa raya natal hingga tahun baru, 1 Januari 2021.

Semoga dengan SOP ini, jemaat-jemaat dalam wilayah pelayanan GMIT makin menjadi bagian yang turut memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Selamat memasuki Minggu-Minggu Advent, dan menyongsong Natal serta perayaannya dengan segala hal yang menjadi refleksi di akhir tahun 2020 ini. Songsong dan sambutlah Tahun Baru, 2021 pada 1 Januari 2021 dengan harapan baru. Kiranya Tuhan memberkati.

 

Koro’oto, 6 Desember 2020

Pemimpin Redaksi