Natal PAR di Koro’oto Terlaksana?

Natal PAR di Koro’oto Terlaksana?

Tahun 2020 akan terus diingat sebagai suatu masa kewaspadaan dan galaunya hati setian insan. Pandemi covid-19 menjadi pemantik yang mengantarkan insan sejagad ada dalam situasi itu. Hanya orang-orang pongah iman sajalah yang berkata, “Tidakkah kamu beriman? Bukankah korona akan menjauh dari hadapan orang-orang beriman?”

Ketika berada di suatu tempat pelayanan umum di kota kecamatan, kami berbincang-bincang sambil menunggu giliran dipanggil. Ada pertanyaan seorang di antara kami, “Kapan korona akan berlalu?” Jawaban kami yang lain mirip-mirip saja, “Kita harus terus siap untuk hidup bergaul dengan korona. Bukankah TBC tidak hilang?” Seorang di antara kami yang ada bertugas di puskesmas kota Kecamatan, ia mengatakan hal yang sama. Korona tidak mungkin lagi untuk dihilangkan. Hanya kita saja yang mesti terus berada dalam kewaspadaan dan tertib pada protokol kesehatan,¬†masker, mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir, dan menjaga jarak fisik dan kontak sosial.

Dalam pandangan dan pengetahuan yang demikian, kebaktian perayaan Natal tahun 2020 mesti mengikuti standar operasional prosedur yang dikeluarkan oleh Majelis Sinode GMIT. Di lingkup Klasis Amarasi Timur surat dari MS GMIT itu ditindaklanjuti dengan seruan untuk menghormati dan mematuhi isi surat itu.

Majelis Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto bersepakat untuk meniadakan pelaksanaan kebaktian-kebaktian natal yang dikhususkan pada kategori-kategori: Kaum Bapak, Kaum Perempuan, Pemuda, dan PAR. Walau demikian, untuk tidak mengecewakan anak-anak, harus dicarikan solusi yang menjadikan anak-anak merasa tetap turut merayakan natal pada tahun 2020 ini.

Disepakatilah untuk membelanjakan anggaran yang sudah dialokasikan ke kategori PAR. Anggarannya tidak mencukupi bila harus membelanjakan sesuatu untuk keseluruhan anak-anak yang menyebar di dalam 126 rumah tangga. Maka, ada pemberian persembahan lain yang turut menyokong sehingga jadilah hal itu untuk menjawab kebutuhan pemberian “hadiah natal” pada anak-anak dengan pendekatan mengantarkan dari rumah ke rumah.

Dua kelompok Pengajar PAR mengantarkan hadiah natal kepada anak-anak itu. Tiap kelompok terdiri dari 4 orang Pengajar PAR didampingi anggota MJ yang menangani UPP-MJ. Jadilah anak-anak Koro’oto merasa turut merayakan natal pada tahun 2020 ini.

 

Foto-foto oleh: Merdana Ora

4 comments