Gloria in Excelcis Deo Berkanon di Koro’oto

Gloria in Excelsis Deo Berkanon di Koro’oto

Malam ini, Kamis (24/12/20), seluruh Kepala Keluarga dalam Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto melakukan Ibadah Natal Keluarga. Liturgi disiapkan oleh MJH dan didistribusikan kepada semua Kepala Keluarga. Tiap anggota keluarga mendapat tugas dalam liturgi yang disiapkan itu.

Tepat pukul 21.00 WITa, lonceng gereja ditabuh, gemanya mengantarkan keheningan sekitar 30 menit pada sebahagian kampung (desa Nekmese). Mengapa? Karena di desa Nekmese’ terdapat sejumlah gereja denominasi. Maka, ada yang melakukan ibadah, ada yang menyiapkan hal lain. Lalu, persis 30 menit berakhir, di udara kampung ini bertebaran kembang-kembang api dengan bunyi-bunyian yang diasumsikan sebagai upaya menyambut natal.

Entahlah, apakah itu benar?

Kembali kepada ibadah yang dilakukan oleh tiap Kepala Keluarga. Sebanyak 242 Kepala Keluarga telah melaksanakan ibadah keluarga dalam rangka merayakan Kelahiran Yesus Kristus. Lagu-lagu menggema di udara yang berbungkus kegelapan. Gloria in excelsis Deo; puji Tuhan yang tertinggi.

Ketika keheningan terjadi, lagu itu terdengar bagai berkanon dari rumah ke rumah. Dapatkah Anda membayangkannya?

Sungguh suatu pengalaman yang berbeda. Sesungguhnya setiap tahun di Koro’oto hal beribadah pada Malam Natal untuk setiap KK selalu ada. Akan tetapi, tiap Kepala Keluarga menentukan sendiri waktunya yang dilangsungkan antara pukul 20.00 – 21.00. Tahun ini diaturlah sehingga dilaksanakan secara serentak. Bila berbeda beberapa menit saja antarkeluarga, maka kedengaran jelas kanon itu.

Renungan telah disiapkan oleh MJH. Isi renungan itu dibacakan oleh Kepala Keluarga atau yang ditugaskan dari salah satu anggota keluarga. Isinya seperti berikut ini.

Kita sungguh sadar, bahwa Allah berpihak kepada manusia bukan karena kebaikan dan kebenaran manusia, tetapi karena kasih setiap sesuai janji-Nya. Hal ini juga disadari oleh Pemazmur ketika ia berdoa meminta agar Tuhan mengampuni dosa-dosanya. Ia juga sadar bahwa keburukan dan kejahatannya sudah terjadi sejak ia masih muda. Nampaknyamanusia begitu mudah melupakan dosa. Karena sudah terbiasa dengan perbuatan dosa, rasanya manusia terjerat dan tak dapat melepaskan diri;bahkan ada orang yang bangga dengan dosa-dosanya. Kelihatannya dosa itu mengasyikkan; semakin berbuat dosa, orang semakin larut dan tenggelam di dalamnya.
Terkadang manusia diperhadapkan dengan rasa bersalah yang mendalam, sehingga ia menghakimi dirinya sendiri; aku tak dapat dan tak layak diampuni.Terlebih jika masyarakat sudah terlanjut menganggapnya sebagai manusia pendosa yang tak terampuni lagi oleh Tuhan.
Namun, di dalam keberdosaannya, sebenarnya manusia ingin bebas dari belenggu dosa. Manusia rindu menikmati kehidupan yang baik dan benar di hadapan Tuhan. Kerinduan ini bisa tercapai, asal ada kesadaran, pengakuan dan pertobatan serta janji untuk hidup selaku anak Tuhan. Kita tidak boleh menilai dan mengukur kebaikan Tuhan dari kemanusiaan kita, tetapi dari pandangan Allah yang adalah kasih. Allah slalu menunjukkan dan memberikan pengampunan karena kebaikan-Nya. Karena kebaikan dan kasih Allah telah teruji di sepanjang zaman. Yesus Kristus yagn natal-Nya sedang kita masuki ini, adalah perwujudan kasih Allah itu.
Salah satu lagu rohani yagn terkenal di dunia adalah Ajaib Benar Anugerah (Amazing Grace) karya John Newton (1799). Begitu terkenalnya sehingga orang berusaha mencari tahu latar belakang pencipta lagu ini. Sering orang dibuat tidak percaya bahwa di balik keindahan lagu ini terungkap suatu pengakuan tentang kehidupan yang hancur lebur. Tuhan telah mengubah pencipta lagu ini sesuai dengan kehendak-Nya. Perubahan ini terjadi karena Allah mengasihinya. Perubahan ini kemudian diekspresikannya lewat lagu indah yang terkenal itu.
Berbeda dengan cara manusia, maka cara Allah mengekspresikan kasih-Nya adalah dengan menuntun dan membimbing manusia kepada jalan kebenaran-Nya. Tindakan Allah yang mengubah perjalanan hidup manusia yang sesat adalah sebagai sikap Allah yang baik dan benar.Karena itu sangat disayangkan, bahkan mengherankan jika ada orang yang menolak dan menghindarkan diri dari tindakan Allah yang menyelamatkan. Apabila kita belajar dari pencipta lagu Amazing Grace, maka keselamatan akan dipandang sebagai mujizat Allah yagn di dalamnya dianugerahkan suatu kehidupan baru. Pengampunan yang berdasarkan kasih Allah membawa manusia kepada suatu kehidupan yagn indah dan berarti. Kita patut mengaminkan apa yang dikatakan John Newton: Ajaib Benar Anugerah, pembaru hidupku, kuhilang buta bercela, olehnya kusembuh. Selamat Natal 2020. Allah beserta kita. Amin