Apakah Anda Memastikan ada Gen Antikrist dalam Vaksin Sinovac?

Apakah Anda Memastikan ada Gen Antikrist dalam Vaksin Sinovac?

Pengantar

 

Beberapa waktu ini beredar satu video pada grup-grup dan jaringan pribadi (japri) WhatsApp. Di dalam video itu ada seseorang mengaku bernama Silvia Pitepolohy (note: semoga saya tidak keliru dengar namanya). Ia menyapa para pendengarnya dengan sebutan Sahabat Hidup untuk Bersaksi. Suatu sapaan yang menarik dan khas mereka yang menamakan diri kaum bersaksi untuk kemuliaan Nama Tuhan Yesus Kristus.

Video berdurasi 7,09 menit itu pada intinya menyampaikan seruan untuk waspada atau jika perlu menolak untuk tidak divaksin dengan Vaksin Sinovac. Sejumlah alasan latar belakang hingga dampak setelah divaksin disampaikannya. Di antaranya, Silvia telah menerima wahyu dari Tuhan yang menyampaikan bahwa Vaksin Sinovac di dalamnya terdapat unsur gen anti Kristus. Gen Anti Kristus ditempatkan oleh badan kesehatan dunia, World Health Organization ~ WHO. Menurut Silvia, vaksin terbaik hanya darah Yesus. Oleh karena itu, setiap individu pengikuti Kristus Yesus, gunakan air, doakan dan yakini bahwa air itu akan diubahkan oleh Tuhan Yesus menjadi vaksin penangkal corona virus.

Sebagai pengikut Kristus Yesus, apakah Anda akan mengikuti petunjuk ini?

Gen Anti Kristus? Ketua MS GMIT sudah divaksin

 

Bila kita boleh berdiskusi dengan Silvia (dan mungkin dengan teman-temannya) yang membuat rekaman video itu dan menyebarkannya, ada pertanyaan yang hendak saya ajukan, Dapatkah ia menunjukkan kepada kita atau menjelaskan kepada kita secara ilmiah, apa dan bagaimana gen anti Kristus itu?

Ketika saya membaca 1 Yoh.4:1-6 di sana tidak menyebutkan tentang gen anti Kristus, tetapi catatan dari Penulis kitab 1 Yohanes menyebutkan roh anti Kristus. Baiknya saya kutipkan sebagai berikut:

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia;
Demikianlah kita mengenal Roh Alla: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus tidak berasal dari Allah, Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar bawa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia. (1 Yoh.4:1-3)

Nah, dimanakah gen anti Kristus itu? Saya mesti berkata jujur, bahwa sebagai awam pengetahuan Theologi, Sosiologi Agama, dan Genetika saya sama sekali tidak paham apa itu gen anti Kristus? Tapi, Silvia memahami dan dengan gamblang menyebutkan istilah itu. Dia akan mengelak bahwa Tuhanlah yang menyampaikan padanya untuk berbicara seperti itu. Maka, ia sama sekali tidak ragu untuk menyampaikan kepada publik. Apakah benar ada gen anti Kristus? haha…

Mari kita lihat dulu term gen ~ genetika supaya kita tidak sesat pikir secara komunal.

Gen adalah materi genetik yang tersusun atas DNA yang berada pada kromosom… Gen adalah unit dasar pewarisan genetik yang diturunkan dari orang tua kepada keturunannya
(https://www.kompas.com/; https://id.wikipedia.org/wiki/Gen)

Tanpa suatu penelitian khusus sesungguhnya kata gen sudah dalam pengetahuan orang-orang terdidik. Pada siswa Kelas VI Sekolah Dasar mereka telah diajarkan materi tentang alat reproduksi termasuk alat reproduksi manusia. Di sana, guru kelasnya akan menjelaskan bahwa alat-alat reproduksi itu akan menjadi jembatan yang menyeberangkan sifat-sifat orang tua kepada bakal anak yang akan lahir melalui rahim (kandungan) seorang perempuan dewasa. Penjelasan guru kelas yang seperti itu antara dapat, belum dapat atau tidak dapat dipahami oleh siswa. Tetapi, pengetahuan itu sudah ada sejak kaum berpendidikan di Indonesia duduk di bangku sekolah dasar. Maka, gen itu ada dan bersumber dari orang tua.

Hanya orang tua yang dapat menurunkan gen pada anak dan keturunannya. Sperma seseorang dapat didonorkan untuk menghasilkan bayi tabung. Di dalam sperma itu terdapat sifat dari pendonornya. Jadi, gen selalu mesti berasal dari seseorang yang statusnya orang dewasa.

Lalu, hal yang mirip terjadi pada tetumbuhan. Sifat-sifat tumbuhan tidak antara induk tumbuhan dan keturunannya sama. Bila Anda menanam jagung dengan umur tumbuh 3 bulan hingga panen, maka jagung yang akan ditanam berikutnya pun akan sama. Bila Anda menanam tebu yang kulit luarnya berwarna kuning, maka anakkan tebu yang ditanam, pada akhirnya akan memunculkan warna kulit tebu yang sama dan rasanya tetap manis.

Kita lihat, apakah ada gen anti Kristus? Pertanyaannya, siapakah anti Kristus itu? Alkitab memberikan jawaban,

Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimana pun juga! SEbab sebelum hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di aras segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah (2 Tes.2:3-4)

Perhatikan baik-baik frase manusia durhaka, yang harus binasa, … lawan yang meninggikan diri … ia duduk di Bait Allah. Frase-frase itu menunjuk pada seseorang. Jika seseorang yang dimaksudkan itu sudah datang dan berada di sekitar kita, kepadanya dapat terjalin komunikasi dalam segala wujudnya dan, ia sendiri berwujud manusia yang sama dengan kita, dapat saja ia memberikan gen miliknya untuk disuntikkan ke dalam vaksin sinovac. Apakah dia itu sudah ada?

Saya kembali 1  Yohanes 4:1-3; anti Kristus itu berupa roh. Apakah roh dapat diambil gennya? Gen itu berwujud material genetik, material yang memuat atau mengandung sifat-sifat pemiliknya yang dapat diwariskan kepada keturunannya. Gen dapat diwariskan, hanya dari orang tua kepada anak-anaknya. Gen dapat diwariskan dari pendonor kepada yang menerima donor. Sifat anak akan sedikit berbeda dengan orang tua (ayah), karena gen yang diwariskan bukan dari orang tua kandung, tetapi dari pendonor. Hal semacam ini dapat dijelaskan hanya oleh para pakar Genetika.

Gen Anti Kristus ada dimana? Tidak jelas! Bagaimana mendapatkannya? Tidak jelas! Apakah para ahli yang tergabugn di dalam badan kesehatan dunia ~ WHO telah bertemu dengan si orang yang disebut anti Kristus itu dan dia secara sukarela mau memberikan sedikit cairan gen agar disuntikkan ke dalam vaksin sinovac?

Saudaraku, bila Anda menelusur untuk memiliki pengetahuan tentang anti Krsitus, sekali lagi, Anti Krsitus itu bukan suatu material, ia tidak berwujud, dia roh; dapatkah roh memiliki gen? Jika ia sudah ada, dan dapat berwujud sama dengan kita, manusia, bagaimana memastikan bahwa dia itu jelmaan roh anti Kristus?

Sebagai kaum pengikut Kristus yang disebut Nasrani atau Kristen, kita telah diingatkanoleh para rasul tentang roh anti Kristus dan nabi-nabi palsu. Peringatan itu dimulai bahkan pada abad pertama ketika mereka mulai menulis surat-surat yang kemudian dihimpun ke dalam Perjanjian Baru. Roh anti Kristus akan datang. Ia akan meninggikan diri (sombong), duduk di Bait Allah meminta penghormatan dan penyembahan kepadanya. Ia tidak mungkin untuk menyerahkan badannya untuk diambil cairan pewarisan sifat, gen.

Yesus dalam pengajaran-Nya berkata,

“Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan. Hati-hatilah kamu! Aku sudah terlebih dahulu mengatakan semuanya ini kepada kamu.” (Mrk 13:22-23)

Apakah ayat di atas dapat kita sematkan pada pembuat dan pengedar video yang berisi himbauan untuk menolak divaksin dengan Vaksin Sinovac?

Tidak perlu. Kita tidak perlu memberi cap pada mereka sebagai pengedar kabar bohong atas nama Tuhan. Tidak percayakah kita bahwa Tuhan mengizinkan para pakar untuk menciptakan vaksin dengan nama/merk berbeda di beberapa negara pada waktu-waktu belakangan ini? Selain sinovac, terdapat paling kurang lima merk vaksin yang lain seperti: novavax, Johnson and Johnson (JNJ), mRNA-1273, Pfizer, ChAdOx1 nCoV-19, dan Sinofarm. Tiga di antara produk-produk vaksin korona itu berasal dari Cina. Apakah negara Cina yang berideologi Komunis menciptakan vaksin dengan menyuntukkan gen anti Kristus?

Patut diingat, komunisme berkembang di negara dengan ideologi itu, tetapi kekristenan tak dapat dibendung di negara itu pula. Lantas, apakah kaum Nasrani, Kristen di Cina akan menolak untuk disuntikkan vaksin pada tubuh mereka?

Sudah banyak negara yang warga negaranya menerima vaksin, apa pun namanya. Mereka menerima dengan konsekuensi tertentu, misalnya, demam, alergi kulit misalnya atau hal lainnya sebagai akibat divaksin. Apakah pada masa depan, paling kurang setahun, mereka yang menerima suntikan vaksin akan berubah menjadi kaum anti Kristus?

Nah, ingatlah bahwa Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon telah menerima vaksin bahkan kepadanya telah disuntikkan vaksin sinovac pada Kamis (14/01/21). Sesudah menerima suntikan vaksin, Pdt. Dr. Mery Kolimon menghimbau anggota-anggota GMIT untuk mempersiapkan diri menerima vaksin sehingga kebal terhadap virus covid-19.

Pdt. Dr. Mery Kolimon menerima vaksin
(Gambar beredar melalui aplikasi WhatsApp)

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaat untuk mempersiapkan diri dalam vaksin, ini tugas kita pertama merawat kehidupan dan vaksin covid-19 adalah bagian dari merawat kehidupan milik Tuhan. Kami juga minta pendeta dan warga jemaat untuk mempelajari hal-hal yang dipersiapkan menuju vaksin, misalnya menjaga kesehatan dengan tekanan darah yang baik, untuk kepentingan vaksin yang diatur oleh pemerintah nanti,” tegasnya (https://www.merdeka.com/).

 

Pdt. Dr. Mery Kolimon tidak menjadi anti Kristus. Ia justru menegaskan bahwa kita harus merawat kehidupan milik Tuhan. Vaksin yang sudah disediakan oleh pemerintah merupakan upaya untuk merawat kehidupan. Sang Ketua MS GMIT tidak membuat pernyataan tentang gen anti Kristus di dalam vaksin itu. Ia justru menyatakan bahwa GMIT menjadikan Yehezkiel 37:14 sebagai teks yang membimbing pelayanan GMIT di masa pandemi covid-19.

Tahun ini, GMIT menjadikan Yehezkial 37:14 sebagai teks yang membimbing pelayanan GMIT di masa pandemi Covid-19. Allah membawa Yehezkial ke dalam lembah penderitaan yang penuh tulang-tulang sangat kering yang tercerai berai, lambang dari kehidupan yang terputus dari Tuhan dan kehilangan masa depan. Tuhan menyuruh Yehezkial berbicara dengan tulang-tulang itu. Tuhan juga menyuruhnya memanggil roh dari empat penjuru mata angin masuk ke dalam tulang-tulang kering itu memberi kehidupan. Gereja tidak dibawa Tuhan untuk menghindari bencana. Sebaliknya Tuhan justeru menuntun gereja masuk dan berjuang di tengah-tengah lembah ancaman kehidupan itu. Namun tugas gereja tak berhenti untuk berada di situasi penuh ancaman secara pasif. Gereja mendapat panggilan untuk bersaksi tentang karya Roh Allah yang penuh kuasa untuk menghidupkan. Yehezkial mendapat otoritas untuk bernubuat kepada  Roh Kudus untuk menghidupkan tulang-tulang kering itu.

Saya melihat tugas gereja di masa ini adalah belajar memahami realitas “tulang-tulang kering”, yaitu ancaman kehidupan di masa pandemi ini. Kita harus membuka mata untuk mendengar dan mempelajari temuan para ilmuan tentang perkembangan virus ini di seluruh dunia. Kita juga perlu realistis tentang bahaya dan ancaman yang kita hadapi. Namun kita tidak boleh hilang harapan. Justeru gereja dipanggil untuk mewartakan dan mengerjakan kabar baik di tengah situasi bencana. Dalam kerangka itu, vaksinasi oleh pemerintah perlu diterima  secara positif sebagai keterlibatan gereja dalam karya Allah bagi pemulihan hidup manusia. Sekaligus kita perlu tetap kritis terhadap praktik-praktik yang bisa menciderai kemanusiaan dalam upaya-upaya manusia yang terbatas dalam proses vaksinasi itu. (https://sinodegmit.or.id/refleksi-pasca-vaksinasi-covid-19-pdt-mery-kolimon/)

Vaksin dan Imunisasi dalam Ujian Iman

Akhirnya kita perlu menyadari akan ujian iman. Mereka yang menguji iman kita baik secara personal maupun komunitas, dapat saja kita golongkan mereka sebagai nabi-nabi palsu.

Paulo Tagaloguin, seorang ilmuwan peraih beasiswa Fullbright mencuit bahwa Hari Kiamat akan tiba pada 21 Juni 2020. Media-media ternama seperti the Sun dan Forbes, mengutipnya dan menjadi viral, trending topic pada medio 2020. Ini suatu pernyataan mengejutkan dan layak dipercaya oleh karena, hal itu keluar dari mulut seorang pakar. Lalu, apakah pada 21 Juni 2020 hari itu tiba dan seluruh dunia berakhir?

Apakah kita membutuhkan seseorang yang berbicara dengan Tuhan (empat mata) untuk meyakinkan kita tentang gen anti Kristus di dalam vaksin Sinovac? Jawabannya, tidak perlu. Kita pun tidak perlu untuk meragukan bahwa vaksin itu benar-benar telah disediakan oleh para pakar dengan kejujuran, keikhlasan demi kemanusiaan. Mereka sangat berhati-hati dalam menyediakannya sehingga dibutuhkan proses yang memakan waktu hampir setahun ini (selama 2020). Mereka telah melakukan uji klinis bertahap sampai tiga kali. Vaksin dalam rangka mencegah menyebarnya virus korona dengan nama apa pun itu, dipastikan akan membantu masyarakat, warga negara, penduduk untuk tetap sehat sehingga gerak kehidupan tetap berlangsung.

Jika kita harus meyakini kata-kata dari orang-orang yang katanya sudah pernah pergi ke sorga, atau yang sudah pulang dari neraka, baiklah kita ingat kisah dalam Lukas 16:19-31). Saya kutipkan tiga ayat di antaranya,

… aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi, kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tida, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” (Luk.16:27-31)

Jika demikian, maka mari kita lihat dan yakini bahwa video yang dibuat dan disebarkan oleh orang yang bernama Silvia itu sebagai suatu tindakan penyesatan. Pedoman kita ada pada kitab para nabi dan para rasul, yang dihimpun dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dalam satu kitab besar dan dahsyat yang disebut, Alkitab. Bacalah. Undanglah Roh Kudus untuk memberikan kekuatan dan hikmat agar dapat memahami isinya, bahkan maksud di balik pernyataan atau pertanyaan dari tulisan para nabi dan rasul.

Kini, kita boleh bertanya, apakah kita harus divaksin?

Jawabannya dengan pertanyaan, mengapa ragu? Kita harus menerima vaksin agar tubuh ini kebal (imun) terhadap jenis penyakit itu. Bukankah ada sejumlah vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh bayi agar mereka kebal terhadap penyakit tertentu? Suntikan itu disebut imunisasi. Tidakkah di masa depan imunisasi pencegahan virus korona pasti tersedia? Apakah pada masa itu Anda sebagai ibu hamil atau ibu menyusui akan menolak untuk tidak melakukan imunisasi pada anak? Tidak! Anda harus membawa anak untuk diimunisasi dengan berbagai jenis imunisasi itu, dan kelak di antaranya imunisasi agar tubuh imun terhadap virus korona.

Ingatlah pula pada masa ini, masih ada pasien TBC, mereka harus menelan obat selama 6 bulan berturut-turut untuk kesembuhan mereka dari penyakit TBC. Apakah mereka tidak menerima imunisasi pada masa bayi? Ada, tetapi, apakah TBC sudah hilang? Tidak! Ia tetap ada, dan pasti hinggap dan menempati satu atau beberapa individu sehingga dibutuhkan pengobatan dan perawatan agar menyembuhkan (mengusir penyakit itu). Bukankah virus korona yang merenggut nyawa harus dicegah?

Kita pun patut mengingat akan virus campak. Ia harus diberikan pada anak bahkan sampai 3 kali yaitu pada umur 9 bulan, 18 bulan dan 6 tahun. Lantas, apakah ada gen anti Kristus di dalam vaksin campak? Tidak! Demikian juga tidak ada gen anti Kristus dalam Vaksin Sinovac. Mengapa meragukannya?

Bahwa, beredar pula tulisan ilmiah sederhana bahwa orang harus menggunakan minyak kayu putih. Silahkan saja. Mengapa tidak mencoba, asalkan tidak mengatakan bahwa di sana ada gen anti Kristus.

Penutup

 

Viral, keterkenalan, kesohoran, menempatkan diri sebagai idola baru, sudah menjadi sesuatu pada zaman yang makin mudah ini. Zaman dimana orang menggunakan media sosial sebagai jembatan yang paling mudah untuk segera menjadi orang terkenal, bahkan menggunakan isu dan ajaran agama sebagai muatan paling seksi. Kita ingat bahwa masyarakat Indonesia sebagai penganut-penganut agama yang taat. Mereka percaya pada Tuhan melalui membaca Firman Tuhan yang tertulis dalam Kitab-Kitab Suci, diperdengarkan oleh para pemimpin agama yang mempunyai pengikut, dan lagi, bila ada yang “berbicara langsung dengan Tuhan” mereka pun menjadi idola baru dalam dunia keagamaan. Mereka yang seringkali muncul sebagai yang sudah “berbicara langsung dengan Tuhan” menggeser kedudukan orang-orang yang diurapi secara khusus untuk tugas keimamatan dan suara kenabian.

Dalam kekristenan tiap individu menjadi surat hidup di dalam dunia.

… bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia (2 Kor.3:3)

Oleh karena itu, marilah menjadi surat hidup secara benar dalam tuturan, sikap dan tindakan kita berdasarkan Firman Tuhan, bukan berdasarkan kata dia yang baru berbicara langsung dengan Tuhan. Kita tidak boleh lengah pada pernyataan bahwa, ia sudah bertanya berkali-kali pada Tuhan. Ingatlah bahwa si Pendusta itu dapat menjadi Malaikat Terang.

Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun dapat menyamar sebagai malaikat Terang (2 Kor.11:14)

Tuhan senantiasa memberikan hikmat kepada kita untuk memahami gejala keberadaan nabi palsu.

Terima kasih.

 

Koro’oto, 20 Januari 2021
Heronimus Bani

 

 

 

6 comments

  • Jes

    Shalom, kiranya semua dalam kondisi yang baik dan sehat😇🙏
    Terima kasih atas artikel yang mencerahkan ini, kiranya bermanfaat utk semua pembaca.
    Kalau boleh saya tambahkan, sederhana yg bisa kita pahami ttg antikris adalah oknum yg berlawanan dengan Kristus, Kabar Baik, karya pemulihan dan Keselamatan… Antikris selaku membawa kehancuran, kematian. Jadi kalau dihubungkan dengan vaksin yg diupayakan utk memulihkan dan menyelamatkan kehidupan, rasanya berita ini bukan hanya hoax tetapi sudah menyimpang dari ajaran berdasar Alkitab.
    Tetapi bagus juga dengan adanya berita ini, kita dituntut untuk belajar secara baik tentang wahyu dalam kitab sucu😇💕🙏

  • Bonefasius Zanda

    Mantap guru

  • di masa sekarang di mana informasi mudah disebarkan maka perlu adanya informasi berupa tulisan dll untuk memberikan pengajaran Alkitab dan pengajaran geraja yg benar kepada masyarakat/jemaat. Terima kasih pak roni. Tuhan Yesus berkati

    • Terima kasih telah membaca dan menyampaikan komentar menarik ini. Benar, zaman yang makin memudahkan kabar-kabar hoax yang diviralkan, perlu ada counter kabar pencerahan. Tuhan memberkati.