Kasih Sayang Manakah yang Dapat Memulihkan?

 

Hari ini, Minggu (14/02/21) bangsa mana pun sedang mengingat satu hari raya yang tidak sama persepsinya pada para pelaku perayaannya. Presiden Amerika Serikat, Joe Biden memberikan pesan pada dunia menjelang hari Valentine 2021 ini. Katanya, persatuan, kebaikan, penyembuhan dan kasih-sayang.

Banyak sastrawan dunia memiliki persepsi dan pandangan sendiri-sendiri tentang cinta dan kasih-sayang. Begitu banyaknya sehingga bila harus mengutip betapa halaman ini tidak cukup untuk memuat semua pandangan itu.

Aku mencintai lebih daripada kata-kata yang dapat menguasai masalah, lebih mahal daripada penglihatan, ruang dan kebebasan. (W.Shakespare)

Di sini Shakespeare sastrawan Inggris yang terkenal dengan kisah Romeo dan Juliet hendak menggambarkan bahwa kata-kata itu sesuatu yang hebat, yang olehnya segala masalah dapat dikuasai dan diatasi. Tetapi, cinta masih lebih kuat kuasanya.Penglihatan, ruang danidan kebebasan itu mahal, tetapi cinta lebih mahal daripada ketiganya itu. Rasanya logika tidak dapat secara mudah menyerap kata-kata ini.

Kita lihat kata-kata Sastrawan dunia yang satu ini, Kahlil Gibran

Cinta itu ibarat air abadi yang selalu mengalirkan kesegaran bagi jiwa-jiwa dahaga. Bagaikan anggur nikmat yang manis di bibir, menghangatkan badan, tetapi tidak jarang memabukkan.

Dapatkah dengan mudah memahami kata-kata Kahlil Gibran?

Siapakah yang mengetahui akan air abadi itu seperti apa? Kekristenan mengakui kata-kata Yesus Kristus sebagai Air Hidup ketika Ia berbicara dengan seorang perempuan Samaria di suatu tempat dimana ada sumur. Perempuan itu tidak mengenal dan mengetahui tentang siapakah Yesus. Percakapan keduanya tentang bagaimana mendapatkan air minum di sumur itu. Lalu Yesus berkata,

…tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal. (Yoh.4:14)

Jadi, bila memahami kata-kata Kahlil Gibran, baiknya kita ingat Yesus. Hanya Dia yang dapat memuaskan dahaga.

Tentang cinta yang digambarkan sebagai anggur oleh Kahlil Gibran, kita pun ingat, bahwa air anggur memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang. Pada satu sisi menyehatkan tubuh bahkan meningkatkan imunitas tubuh, padahal di sisi sebelahnya menimbulkan permasalahan besar bila menenggak dalam jumlah besar. Karena itu Kahlil Gibran mengingatkan bahwa cinta yang kita miliki dan hendak dibagikan kepada seseorang atau sesama, baiklah dapat dinikmati sebagai yang menghangatkan kehidupan bersama. Cinta yang merekatkan hubungan. Cinta yang membangun kebersamaan,bukan sebaliknya cinta yang memisahkan. Mereka yang mabuk anggur sangat sering meninggalkan persoalan di sekitar kehidupan bersama. Persoalan-persoalan itu merenggangkan hubungan yang terajut baik dengan cinta sebagai perekatnya.

Yesus Kristus hadir sebagai anggur yang mengandung unsur kedamaian. Ia memberikan anggur pada para murid-Nya untuk diminum. Anggur dalam tradisi Yahudi (Ibrani) diminum sebagai lambang darah domba yang menyelamatkan mereka ketika harus keluar dari Mesir pada saat-saat genting. Yesus berkata,

“Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang, Aku berkata kepadamu: sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah.”(Mrk 14:24-25)

Yesus, pada Minggu Sengsara I, tahun 2021 ini mengingatkan kita akan Cinta-Nya yang tak dapat diukur, ditakar dan ditimbang. Kata-kata Kahlil Gibran bergema diingat sepanjang sejarah adanya manusia beriman, tetapi Gibran hanya sampai pada perkataan dan pernyataan yang teramat mengesankan. Yesus melebihinya. Ia tidak saja berkata, tetapi juga membuktikan kata-kata-Nya.

Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.(Yoh 15:13)

Yesus membuktikan kata-kata-Nya. Ia tidak berlaku seperti kita, sesama manusia. Kita memberikan cinta dan menuntut cinta itu dikembalikan bahkan jika mesti berlebih, harusnya dapat diwujudkan. Mari lihat kata-kata tokoh emansipasi Indonesia, RA Kartini.

Cinta menimbulkan cinta kembali; tetapi pandangan yang merendahkan tidak akan menumbuhkan rasa cinta.

Bagaimana menurut Anda sekarang? Apakah Anda merindukan suatu suasana pemulihan hubungan cinta di hari Kasih-Sayang ini dengan menghadirkan cinta yang bertepuk sebelah tangan? Apakah Anda menghabiskan waktu membagi cinta dengan seseorang lantas ada pengorbanan yang telah disia-siakan lantas pada saat ini Anda merindukan kebahagiaan?

 

Cinta, Kasih-Sayang seperti apakah yang dapat memulihkan dan merekatkan lebih lekat hubungan antarsesama? Mari bawa cinta kita kepada Yesus Tuhan, Ia pulihkan dengan energi baru terbarukan.

 

 

Koro’oto, 14 Februari 2021

Heronimus Bani

2 comments

  • Nhella Ruku

    Cinta Abadi hanya dari pada Dia Sang Pemberi Hidup.
    Berjuanglah agar cinta Kasih yang sama, yang Harus kita Berikan untuk-Nya
    Slamat Hari Kasih sayang, 😊

    Kasihilah sesamamu manusia dan yang Terutama Adalah Kasihilah Tuhan Dengam segenap hatiπŸ˜‡