Adakah Pencuri Akan Dengan Mudah Bertobat?

Adakah Pencuri Akan Dengan Mudah Bertobat?

 

Selasa, (02/03/21) tempat usaha kami diobrak-abrik pencuri. Kami tidak dapat memastikan jumlah orang yang masuk ke dalam tempat usaha yang belum seberapa besarnya ini. Kami sudah dapat memastikan berapa besar kerugian yang menimpa usaha kecil berupa kios sembako. Ketika pagi tiba, tetangga kami pun menyampaikan hal yang sama bahwa usaha kecilnya pun diobrak-abrik pencuri bahkan masuk sampai ke dalam rumah dan kamar-kamar. Dia membawa sejumlah uang termasuk yang dikelola sebagai uang perkumpulan para muda. Satu unit handphone raib. Beberapa jam kemudian kabar yang mirip kami terima, bahwa satu unit handphone milik seorang ibu muda dicuri, dibarengi cerita bahwa satu unit usaha kecil sempat disambangi. Beruntungnya seekor kucing bersuara keras membangunkan pemilik rumah. Saat itulah sang pencuri melarikan diri, padahal pemilik rumah tidak mengetahui situasi itu.

Senin (01/03/21) di Kelurahan Buraen, empat unit rumah diobrak-abrik pencuri. Empat keluarga ini segera menyebarkan kabar pencurian di rumah mereka masing-masing. Kabar ini pun sampai kepada aparat kepolisian di pos kepolisian terdekat. Sebagai informasi kasus tindak pidana pencurian, anggota polisi di pospol menyampaikan hal ini kepada rekan-rekannya di Kepolisian Sektor terdekat.

Selasa sore, seorang pedagang kecil keliling bermotor tiba di kios tempat usaha kami. Ia pun bercerita tentang rombongan pencuri yang masuk ke rumah beberapa keluarga di daerahnya. Gerombolan itu menggunakan senjata tajam, menetakkannya di leher para pemilik rumah. Sang pemilik rumah pasrah. Gerombolan itu mengambil barang apa pun yang disukainya, di antaranya handphone dan laptop. Segera sesudah gerombolan itu pergi, keluarga-keluarga itu melaporkan ke unit Kepolisian terdekat dengan menceritakan ciri-ciri para gerombolan pencuri, nomor handphone dan ciri lain yang menyertai. Setelah dilacak oleh anggota kepolisian mereka akhirnya tertangkap.

Kisah-kisah sekitar tindak pidana pencurian tidak akan berhenti selama pelaku dan tindakannya terus ada. Pencurian bukan sesuatu yang baru dalam dunia ini, bahkan orang-orang tertentu menjadikan pencurian sebagai profesi sehingga sebutannya berubah menjadi perampok, bandit, bajingan, mafia dan lain-lain. Penegak hukum menjadi kewalahan menangani masalah ini. Anggota penegak hukum tertentu bahkan terlibat dalam mafia pencurian dan perampokan sehingga mengatasi hal seperti itu makin sulit saja. Lalu, para pelaku itu makin kaya dan merasa terhormat, terlebih lagi bila mereka menunjukkan solidaritas kepada kaum lemah. Mungkin pembaca ingat kisah Robin Hood, bangsawan yang pulang dari perang mendapati negerinya sedang dirampok oleh penguasa. Ia bermetamorfosis. Siang hari ia seorang bangsawan, di malam hari ia menjadi seorang pencuri dermawan. Pada akhirnya orang mengetahui siapa dia. Ia menjadi buronan, tetapi justru ia memiliki pengikut dalam jumlah besar.

Yudas Iskariot Pencuri yang Menyesal saja

Alkitab mencatat nama Yudas iskariot sebagai salah seorang murid Yesus. Menurut tradisi dan tafsiran-tafsiran Yudas satu-satunya murid yang berasal propinsi Yudea, sebab murid-murid Yesus yang lain berasal dari propinsi Galilea. Kira-kira nama Yudas Iskariot artinya orang yang bersyukur, berasal dari Kariot.

Keterpilihan para murid Yesus, menurut catatan Matius, Markus dan Lukas terjadi setelah Yesus berdoa di atas bukit. Ia memberikan kuasa kepada ereka untuk mengusir roh-roh jahat dan melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan (Mat.10:1); Ia menetapkan mereka untuk menyertai Dia dan mengutus mereka memberitakan Injil, serta memberikan kuasa untuk mengusir setan (Mrk 3:14-15). Keterpilihan mereka selanjutnya disebut rasul (Luk.3:13).

Dalam ziarah pelayanan dari satu kemapung ke kampung yang lain, dari satu kota ke kota lainnya, dan dari satu sinagog ke sinagog lainnya, para murid ini selalu bersama. Sangat sering mereka berada di area terbuka dalam pelayanan, seperti di bukit dan di pantai. Kepada mereka terasa seperti tidak ada peran dalam satu organisasi kecil seperti siapa menjadi apa dalam kelompok ini, namun Yohanes mencatat Yudas Iskariot menjadi pemegang kas dari kelompok ini (Yoh.12:6)

hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Jelas di sini informasinya tentang peranan Yudas Iskariot. Ia seorang murid (dan rasul?), dan pemegang kas (Bendahara) yang secara sembunyi-sembunyi mencuri kas. Yudas Iskariot telah melakukan tindak pidana pencurian. Ia tidak tertangkap basah. Ia menikmati hasil perbuatannya secara sendiri di belakang para murid dan Gurunya, Yesus. Yudas Iskariot pada satu titik waktu, ia menjual gurunya sendiri demi cintanya pada uang.

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka (1 Tim.6:10)

Yudas Iskariot telah membiarkan dirinya dijerat rasa cintanya pada uang. Sebagai Pemegang kas, ia mencuri. Ia mencukupkan dirinya dengan uang hasil curian. Rasanya uang hasil curian untuk memuaskan hasratnya tidak cukup, gurunya pun ia jual. Apakah berdampak?

Dampak dari menjual Guru Yesus sudah ada dalam pengetahuan umum umat Kristen. Yudas Iskariot pada akhirnya menyesal. Ia pun mengembalikan uang yang diterimanya, tetapi ditolak oleh pemberinya. Penyesalan saja tidak cukup pada Yudas Iskariot yang mengantarnya tiba pada keputusan untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Ingatlah peristiwa Hakaldama, Tanah Darah.

Adakah Pencuri Yang Bertobat?

Sudah banyak di negeri ini kisah-kisah tentang para pencuri (perampok dan mafia) uang rakyat (negara) melalui apa yang disebut korupsi. Mereka ditangkap oleh lembaga antirasuah yakni Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka didakwa dan diadili hingga dipenjarakan. Lalu, di antara mereka ada yang sudah menikmati alam bebas di luar kerangkeng, sementara masih ada yang tertinggal di sana, dan bahkan ada pula yang ikut dijebloskan ke tempat itu. Di sana mereka menjadi narapidana tindak pidana korupsi. Di sana mereka mendapatkan “pembinaan” dari negara, terutama menyangkut akhlak, moral dan agama. Lalu, apakah ada di antara mereka yang bertobat? Semoga sudah ada. Saya belum mengetahuinya, kecuali pencuri kelas kakap Johny Indo yang akhirnya menjadi seorang Da’i (Penceramah ilmu agama Islam).

Banyak pencuri profesional yang berlaku bak malaikat penyelamat kepada masyarakat miskin. Mereka membagi-bagikan hasil pencuriannya kepada masyarakat miskin sehingga mereka makin mendapatkan nama baik. Pablo Escobar bagai dermawan mulia di Kolombia. Ia membangun gereja, pemukiman untuk orang miskin, membangun sekolah-sekolah, lapangan olahraga, dan membagi-bagikan uangnya ketika bertemu dengan masyarakat kelas bawah yang miskin. Ia sungguh-sungguh dihormati oleh masyarakat kelas bawah, tetapi ia menjadi buronan pemerintah. Akhir hidupnya sungguh tragis.Ia tewas dalam baku tembak dengan pasukan khusus yang dikirim pemerintah untuk mengejarnya. Negara (pemerintah) “membunuh” penguasa mafia dan kartel kokain di Kolombia, sementara sekitar 25.000 orang menangisi jenazahnya ketika dimasukkan ke kuburan. Apakah Pablo Escobar sang Pencuri (Perampok, Bandit, Buronan) itu telah berbuat baik dan bertobat?

Beragam kisah para pencuri kelas dunia yang tidak bertobat. Mereka justru berkubang dalam kesenangan mereka karena dianggap sebagai “dewa” penyelamat masyarakat kelas bawah. Mereka bangga akan keberhasilan mereka mencuri lalu berbagi.

Kami tidak mengetahui, apakah pencuri yang mendongkel empat rumah di Kelurah Buraen dan yang lain di desa Nekmese membawa uang dan berbagi sambil membusungkan dada sebagai dermawan?

Adalah suatu kisah nyata terjadi di India. Seorang sopir taxi kehilangan dompet berisi uang dan surat izin mengemudi. Dompet itu dicuri oleh penumpangnya. Dua belas tahun kemudian, si pencuri mengirim kembali dompet itu melalui kantor pos. Ia menyelipkan surat permintaan maaf kepada sang sopir. Uang yang hilang bila dirupiahkan 3,7 juta, tetapi dikembalikan sebanyak 4,7 juta rupiah. Sang sopir telah lupa akan dompet itu, isinya dan SIMnya.

Pembaca, apa pendapatmu?

Yesus, ketika disalibkan di Golgota, Ia bersama dua orang penjahat. Seorang di sebelah kiri dan seorang lagi di sebelah kanan. Penjahat di sebelah kiri menghojat Yesus.

“Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” (Luk.23:39)

Sementara penjahat di sebelah kanan menegor rekannya sesama penjahat.

“Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman ayng sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbutan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”(Luk.23:40-41)

Ia melanjutkan kata-katanya yang ditujukan keada Yesus,

“Yesus, ingatlah akan aku apabila Engkau datang sebagai Raja.”

Kata-kata itu mendapatkan jawaban dari Yesus,

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Jika kita menganalogikan pencuri sama dengan penjahat, ternyata ada pula yang bertobat? Semoga para pencuri kelas teri hingga kelas kakap; kelas sederhana hingga mewah meriah mendapatkan hikmat-Nya untuk merengkuh pertobatan.

 

Koro’oto, 03 Maret 2021
Heronimus Bani

 

 

 

 

6 comments

  • Victor Bani

    Semoga pelaku dan dalangnya secepatnya tertangkap

  • Arenddy Sanoe

    Dua prikaku yg berasal dari sebuah “keputusan tubuh,roh dan jiwa serta kehendak” manusia yg nota bene adalah”pencuri dan sejenisnya” akan tetap sama” yaitu ‘ada yg na’pis ada yg ka na’pis fa’. Ini sudh mnjadi cerita mansian sejak dunia ini ada dan akn terus terjadi sampai pada akhirnya.Ulasan di atas dianalisis dan dipaparkan dngn sngt baik dan terang benderang. Orng pintar dong bilng:”Dalam dunia ini beserta isinya akan selalu dan terus berubah dan yg tak berubah hanyalh/adalh perubahn itu sendiri. Klo sudh smpai di sini maka tnggung jawab utk kita bisa mnyaksikn prtobatan2 dari para pnjahat berada di tngn stakeholder(smanaf dan ao ka pohon). Kerja sama dlm doa dan tindak yg tulus maka bukan hnya harapan ttpi bisa mnjadi knyataan….salamsehathormatdoadanmaafsertasayngselalu….TYM

  • Nella

    Peristiwa yang sama Pernah Kami alami, Bahkan Sampai Uang dan 2 buah handpone tepat di bawah bantal Ibuku pun berhasil di raih, entah bagaimana caranya,
    Istilah Uang bukan segalanya, Namun segalanya butuh uang, itulah yang selalu terbanyang, sehingga dalam keadaan genting mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya, ya dengan mencuri.

    Yah sekedar Menerawang pikiran Sang Tangan panjang

    Semoga pelakunya Segera di tangkap dan mendapat Sanksi yang pantas