Uji Coba Membaca Terjemahan Alkitab sebagai Satu Tahapan Kerja Tim

Uji Coba Membaca Terjemahan Alkitab sebagai Satu Tahapan Kerja Tim

 

Unit Bahasa dan Budaya Gereja Masehi Injili di Timor (UBB GMIT) Kupang sebagai salah satu unit pelayann dari Kantor Majelis Sinode GMIT. Tugasnya menerjemahkan alkitab khususnya Perjanjian Baru ke dalam Bahasa-bahasa daerah di lingkungan pelayanan GMIT. Bahasa-bahasa daerah yang sudah mendapatkan jatah terjemahan yakni: Bahasa Melayu Kupang, Bahasa (Uab) Amarasi, Bahasa Dhao, Bahasa Helong, Bahasa Tetun, Bahasa Rote Tii, Bahsa Lole, Bahasa Rote Rikou, dan beberapa bahasa lainnya yang masih dalam proses kerja seperti Bahasa Delha, Bahasa (Aguab) Amfo’an, Bahasa (Uab) Amanuban, Bahasa Teiwa, Bahasa Wersing, dan Bahasa Klon;

Tahapan penerjemahan yang diberlakukan oleh Unit Bahasa dan Budaya GMIT yakni; konsep, revisi tim atas konsep, revisi dengan Pembina, Uji Coba dengan pembaca awam, revisi tim tahap kedua, terjemahan balik, dan uji coba dengan awam dan dihadiri Konsultan Ahli. Bila sudah tiba pada tahap uji coba kedua yang dipimpin oleh Konsultan Ahli dan dinyatakan lulus, maka selanjutnya disiapkan untu percetakan. Penyiapan untuk percetakan ini disebut type setting, hingga akhirnya dikirim ke percetakan. Hasilnya diserahkan ke MS GMIT untuk selanjutnya dilepas ke tengah-tengah jemaat/umat melalui suatu kebaktian. Selanjutnya jemaat dapat memanfaatkannya.

Pada Klaster Uab Meto’ dua cabang Bahasa Meto’ yaitu Aguab Amfo’an dan Uab Amanuban. Kedua bahasa daerah ini telah dan sedang dalam proses melalui tahapan-tahapan sebagaimana yang sudah disebutkan di atas. Aguab Amfo’an telah menghasilkan dua kitab yakni Kitab Injil Markus dan Kitab Kisah Para Rasul. Demikan halnya Uab Amanuban telah meluncurkan Kitab Injil Markus dan Kitab Kisah Para Rasul.

Satu-satunya kitab dalam Perjanjian Lama (PL) yang masuk dalam program terjemahan UBB GMIT yakni, Kitab Kejadian. Semua tim yang sedang bekerja untuk menerjemahkan alkitab dipastikan untuk menerjemahkan Kitab Kejadian ke dalam Bahasa daerah yang sedang dalam proses itu.

Pada saat tulisan ini dibuat, Tim Aguab Amfo’an sedang mengadakan uji coba dan revisi dengan Pembina untuk kitab-kitab: 1,2, Timotius, 1,2 Tesalonika, Titus, Yakobus (5T dan Yakobus) yang disebut Surat-Surat Pastoral, dilanjutkan dengan Kitab Injil Lukas.

Dalam 5T dan Yakobus terdapat 486 ayat yang harus diterjemahkan. Jumlah ini tidak sebanyak yang terdapat dalam Injil Lukas yakni 1151 ayat. Uji coba dan revisi bersama Pembina senantiasa direncanakan dalam tenggat waktu  10 hari untuk 5T dan Yakobus; demikian untuk Injil Lukas. Konsep yang sudah tersedia telah direvisi pula oleh tim konseptor, harus tetap dibaca ayat per ayat; membacanya berkali-kali, merevisi, mengoreksi, menempatkan diksi yang tepat agar tidak mengubah makna dari teks asli dalam Bahasa Yunani.

Tim Amfo’an bersama pembaca awam telah bekerja sejak 1 Maret 2021, berharap dalam 10 – 12 hari dapat menyelesaikan tugas ini dengan kualitas terbaik. Kita doakan mereka bekerja tuntas untuk menghasilkan kitab-kitab ini yang kelak dapat tiba di tangan umat Tuhan yang memiliki dan menggunakan bahasa daerah itu. Pada saat membaca dalam bahasa daerah mereka sendiri, mereka makin memahami maksud Tuhan, sekaligus melestarian bahasa daerah mereka baik dalam tata tulis, dan baca.

Mohon dukungan doa.

 

 

Koro’oto, 10 Maret 2021

Heronimus Bani