Terima Kasih Ibu Pendeta

Buraen, tefneno-koroto.org. Bertempat di gedung kebaktian Jemaat Betesda Buraen, hari Jumat (6/9/19) telah dilangsungkan kebaktian pengutusan dan perhadapan pelayan. Kebaktian dipimpin Pdt. Elisa Maplani yang mengkhotbahkan tentang kerja tuntas dengan metafor pertandingan/perlombaan yang mesti dimainkan sampai selesai (game over). Setiap pelayan GMIT yang secara organisatoris ditempatkan sebagai Ketua MJ dan dalam fungsi pelayanan, mesti tuntas sampai akhirnya.

Pdt. Yapi Niap, Ketua Majelis Klasis Amarasi Timur dalam Suara Gembala menyatakan rasa terima kasih kepada Pdt. Molbang-Naitasi yang telah bersama-sama dengan Jemaat Betesda Buraen, bahkan lebih dari waktu yang ditentukan organisasi gereja (GMIT). Sepuluh tahun telah terlewati, berpuluh pengalaman telah dirasakan. Waktunya untuk menyegarkan diri di tempat baru dengan pengalaman baru yang mungkin terinspirasi dari Betesda Buraen.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Klasis Amarasi Timur menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada Pdt. Trovia A. Niap-Ratu Edo yang dimutasi dari Jemaat Teunbaun Rabe. Kepada Jemaat Teunbaun Rabe Ketua MK Amtim menyampaikan terima kasih oleh karena telah dengan sukacita melepas Pdt. Trovia Niap-RE ke Betesda Buraen.

Pdt. Ariance O. Molbang-Naetasi,M.Th selanjutnya dimutasi sebagai pelayan di RSU Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.

Seorang feisbuker bernama Agus Otemusu (8/9/19) mengunggah kabar bahwa keluarga besar Keo-Tnunay dan warga Jemaat Betesda Buraen mengantar Pdt Rin Naetasi ke Oebobo dengan rombongan yang amat banyak. Di antaranya ada yang berkendaraan roda dua dan empat.

Rin Naetase dalam unggahan feisbuknya (11/9/19) menulis demikian: Betesda Buraen , namamu akrab dalam hidupku selama 10 tahun, 1 bulan, 11 hari. Nama itu akan terus terkenang dalam hatiku . Mengapa tidak? Kala itu saya hadir dengan usia yang relatif muda, pengalaman pelayanan masih minim (3 tahun jadi pendeta) membuatku bertanya: akankah saya mampu melayani dan bertahan di sini? Seiring perjalanan, keraguan itu terusir karena Tuhan menganugrahkan penolong-penolong dan kawan sekerja yang luar biasa. Terima kasih Betesda Buraen, telah menjadi profesor-profesor lapangan yg hebat, yang memberiku pengalaman iman yang sangat berharga. Terima kasih juga untuk kehangatan cinta yang membuat kami merasa nyaman dan sukacita hingga kami menyaksikan Tuhan menepati janji-Nya,bahwa, faktor usia dan pengalaman bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan, melainkan kesediaan dan kerendahan hati dipimpin oleh kehendak Tuhan Sang Pengutus Agung.

Terima kasih ibu Pendeta. Demikian satu perkataan dan frase teramat pendek dari jemaat Betesda Buraen.

 

Laporan: Amin

Foto-foto: Yeri Bani, Rin Naetasi, Trovia Ratu Edo