Selamat Tinggal Rote Barat Laut, Koro’oto Kami Datang

Bertemu sehari saja dengan kesan mendalam, akan memberi dampak ketika berpisah, apalagi bertemu dalam tugas dan karya yang menyentuh hingga hati dan rasa. Akan sangat dramatis dan emosional ketika orang meninggalkan tempat bertugas untuk menunaikan tugas di tempat baru dalam persentuhan dengan komunitas baru. Pada saat itu ada keengganan orang untuk melepaspergi orang yang sudah bersama dalam beberapa waktu yang bahkan telah menyentuh hati dan rasa, yang memberi pada mereka nuansa perubahan.

Hal ini dialami oleh Pdt. Papy Zina dan Pdt. Yulita Y. Zina-Lero. Keduanya telah dimutasi dari Klasis Rote Barat Laut ke Klasis Amarasi Timur, khususnya ke Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto.

Dalam unggahannya di akun media sosial feisbuk, Ita Lero (12/09) menyampaikan salam perpisahan pada rekan-rekannya di Rote Barat Laut. Unggahan ini mendapat respon sebanyak 235 kali, di antaranya 187 suka, 32 super suka dan 16 orang bersedih. Rekan sepelayanan, sahabat dan keluarga di Rote Barat Laut memberikan suport untuk tetap bersemangat di tempat baru yaitu di Koro’oto. Di antara yang merespon ada yang meminta agar tidak melupakan dan lagi tidak menghapus nomor henfon, tidak menghapus pertemanan di aplikasi media sosial.

Untuk diketahui pada tanggal 29 Juni 2019, Ketua MS GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon telah menghadiri dan menyampaikan suara gembala dalam suatu Kebaktian Perhadapan dan Pengutusan di Jemaat Pniel Tefneno Koro’oto. Perhadapan yang dimaksudkan itu disasarkan pada Pdt. Papy Zina dan Pdt. Yulita Y. Zina-Lero yang dimutasi ke Koro’oto dari Klasis Rote Barat Laut. Sementara pengutusan disasarkan pada Pdt. Ivonei C. Isliko-Nalle yang dimutasi ke Jemaat Imanuel Koot-Koto’ Klasis Amarasi Timur.

Pada akun media sosial milik Tateut Pah Meto’ dicatatkan sepenggal kisah seperti kutipan berikut ini.

Satu Titik Waktu Bersejarah di Koro’oto

Hari ini, Sabtu 29 Juni 2019,Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto memulai sejarah baru sebagai Jemaat Mandiri. Mengutip kata Pdt Ivonei Nalle, “… Saya pendeta tunggal terakhir di jemaat ini. …. .”

Apa artinya?

Pada Oktober 2014 Jemaat Wilayah Tefneno’ Koro’oto dimekarkan dengan menempatkan dua pelayan GMIT di sana. Seorang di Pniel Tefneno’ Koro’oto dan seorang di Ebenhaezer Naimuti. Ketika itu Pdt Nivlen Marehelnis dimutasi ke. Jemaat Wilayah Bilemo Klasis Kupang Timur.

Sejak itu Koro’oto terus berkembang seiring berjalan dan bergulirnya waktu.

Pada hari ini sepasang kekasih Pdt Papi Zina dan Pdt Ita Lero dimutasi dari Klasis Rote Barat Laut untuk mengisi kekosongan kepemimpinan jemaat di Koro’oto akibat dimutasinya Pdt Ivonei C. Isliko-Nalle ke Koot’-Koto’.

Lalu waktu akan terus menjadi saksi atas nilai dan fakta sejarah di Koro’oto sebagaimana kata Ketua MS GMIT Pdt Mery Kolimon II bahwa di Klasis Amarasi Timur hal ini terjadi untuk pertama kalinya. Maka, ucapan selamat disampaikan kepada Ketua majelis Klasis Amarasi Timur Pdt Yappi Niap dan rekan-tekan serta kepada Jemaat di Koro’oto

Di Pniel Koro’oto, kita bertemu dengan Tuhan berhadapan muka. Di sini hit tateef tok Uisneno. Ketika berbakti bertemu dengan Tuhan, ketika pulang bawa wajah Tuhan.

Mari, mungkin perlu mengurangkan berkata-kata tentang Tuhan, dan mulailah berkata-kata dengan Tuhan. Begitu kata Pdt Yulita Zina-Lero

Selamat berkarya di Koot’-Koto’. Selamat datang di bukit dan lereng Koro’oto. Ajarlah kami mendayung dan berenang atau ajarlah kami menempa perak dan kiranya pula untuk menenun dan menunggang kuda, kata wakil jemaat.

Hore tua.

 

By : Heronimus Bani