SD GMIT Noenoni Dua Tahun tanpa Kepala Sekolah

Oenino-TTS, tefneno-koroto.org.- Institusi pendidikan dasar hingga menengah dimanapun, dipastikan mesti ada yang memimpin yang disebut Kepala Sekolah. Kehadiran kepala sekolah untuk melaksanakan fungsi-fungsi sebagai edukasi, managemen, administrator, supervisi, dan lain-lainnya. Terasa ini sangat penting, namun berbeda dengan SD GMIT Noenoni yang sudah hampir dua tahun ini vakum kepemimpinan. Kepala SD GMIT Noenoni, Jonathan Seko telah purna tugas (pensiun) pada tahun 2017.

Kepala Desa Noenoni, Simron S. Y. Nenobais yang ditemui di SD GMIT Noenoni mengatakan, bahwa ketika terjadi kevakuman kepemimpinan di SD GMIT Noenoni, ada beberapa masalah yang dihadapi, di antaranya: masalah pengususulan peserta ujian yang berlarut-larut sehingga menyebabkan terancamnya para siswa kelas VI yang mestinya disertakan dalam ujian. Bahwa pada akhirnya para siswa berhasil diikutsertakan dalam ujian sekolah berstandar nasional, namun ijazah yang diterbitkan tidak dapat ditandatangani oleh karena ketiadaan kepala sekolah. Hal lainnya adalah, pencairan bantuan operasional sekolah tidak dapat dilakukan oleh Bendahara BOS.

Pernyataan ini diaminkan olen mantan Kepala SD GMIT Noenoni, Jonathan Seko dan beberapa guru serta orang tua yang hadir dalam rapat bersama Drs. Yan Tanaem, Ketua Yapenkris Agape Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Menurut Kepala Desa Noenoni, mengantisipasi permasalahan ini, pemerintah desa Noenoni telah berkoordinasi dan menghasilkan satu badan adhoc yang disebut Tim Pengembang Sekolah. Tim ini bertugas memfasilitasi antara sekolah, pihak yayasan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabuapten Timor Tengah Selatan dan Kantor Majelis Sinode. Salah satu di antara upaya itu adalah mengusulkan dua nama bakal calon kepala sekolah agar pimpinan yayasan dapat mempertimbangkannya untuk menetapkan satu di antara keduanya untuk menjabat sebagai kepala sekolah definitif.

Ketua Yapenkris Agape Kabupaten TTS, Drs. Yan Tanaem, menanggapi permasalahan ini dengan mengatakan bahwa semua usulan itu telah diterima oleh pihak yayasan. Maka, pada hari ini, yaaysan mengambil sikap dengan berkunjung untuk mendengarkan dan menyaksikan secara langsung suasana kebatinan masyarakat pendidikan desa Noenoni. Dari sana, secara bersama-sama bermusyawarah untuk menetapkan seseorang menjadi Kepala SD GMIT Noenoni.

Rapat yang alot terjadi, dan akhirnya disepakati menetapkan Asael Nenobais, S.Pd.K sebagai Kepala SD GMIT Noenoni yang akan segera bertugas setelah menerima Surat Keputusan dari Pimpinan Yapenkris Agape Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Akhirnya, pergumulan SD GMIT Noenoni, pemerintah desa Noenoni, Jemaat Eklesia Noenoni dan para pemangku kepentingan di desa Noenoni terjawab. SD GMIT Noenoni telah mempunyai kepala sekolah definitif, walaupun penetapannya baru melalui rapat ini, dan masih menunggu keputusan otentik yuridis formalnya. Namun, hal ini tidak lagi menjadi pergumulan.

Ada harapan dari Ketua BPP Pendidikan Sinode GMIT, Pdt. Elisa Maplani, S.Th yang  hadir dalam rapat ini, bahwa, kepada yang telah diberikan kepercayaan atas musyawarah-mufakat ini, jagalah kepercayaan itu sebaik-baiknya. Buka diri terhadap kritik, dan jangan lupa untuk selalu menjadi pemimpin yang “mau diganggu”. Artinya, siap selalu untuk menjawab permasalahan. Sementara kepada kepala sekolah yang telah pensiun, diharapkan untuk tidak melepasbiarkan para guru muda berjalan sendiri. Bimbing mereka sampai mereka benar-benar mandiri demi masa depan anak-anak di desa Noenoni, oleh karena mantan kepala sekolah sudah menjadi tokoh masyarakat di bidang pendidikan dalam desa ini.

Semua peserta rapat kembali ke kesibukan masing-masing dengan perasaan lega. Mereka kini menanti aksi nyata kepala sekolah definitif.

 

By : Admin

One comment

  • Tonce samadara-jakarta

    Selamat bertugas dan melayani Bpk Kepsek yang baru..

    Semoga ruang kelas yang hampir ambruk segera dapat digantikan dengan yang lebih aman..