Rumahku, Istana Tuhanku

Niki-Niki,tefneno-koroto.org,- Sepagi ini anggota tim yang bekerja belum tiba satupun. Sambil menunggu, kami berbincang riang menghibur dan memoles wajah kecele. Ha ha…

Lalu, saya teringat penggalan cerita tentang pastori yang kini kami gunakan untuk tugas membaca, berdiskusi kitab Kisah Rasul yang telah dikonsepkan oleh tim Amanuban. Bagaimana ceritanya?

Adalah seorang bapak bernama Daniel Kristian Swingly. Ia seorang pedagang (penyalur) ternak sapi di kota Niki-Niki. Usahanya lancar jaya bahkan mungkin dapat terkategorikan sebagai orang terkaya di kota ini. Kehidupan berumah tangganya? Prihatin. Ia berkeluarga tanpa anak yang lahir dari kandungan isterinya. Ia memilih mengadopsi anak. Isterinya memilih jalur berbeda yang akhirnya mereka berpisah.

Usahanya tetap lancar jaya. Kebiasaan yang paling menonjol dalam kesehariannya di rumah adalah, membaca alkitab. Menurut penutur kisah ini, seluruh isi alkitab telah dibacanya berkali-kali. Pada tembok rumah baik di luar maupun di dalam rumah, ditulisnya dengan tulisan indah ayat-ayat alkitab yang diingatnya secara terus-menerus.

Suatu ketika dalam masa tuanya, ia mengambil keputusan penting. Apa itu?

Pastori Sonhalan Niki-Niki, Persembahan Daniel Kristian Swingly (alm)

Rumah tempat tinggalnya yang tergolong mewah, ia sedekahkan kepada Jemaat Sonhalan Niki-Niki. Ia memilih keluar dari rumah itu, menetap sementara di rumah seorang saudara agar ia mendapatkan layanan masa tua hingga ajal menjemput. Selama masa itu, kebiasaannya membaca alkitab tiada dihentikan.

Ia mulai menyiapkan segala hal yang berhubungan dengan kematiannya. Pakaian yang akan dikenakan ketika telah menjadi almarhum disiapkannya. Peti jenazah, hingga tempat mengusung peti jenazah pun disiapkannya secara beroda sehingga petinya tidak dipikul atau diangkut mobil jenazah. Ia meminta dengan sangat agar jenazahnya dimandikan oleh para anggota Majelis Jemaat Sonhalan.

Ketika masa itu tiba, pada Oktober 2010, masa kehidupannya berakhir, namun kisahnya tetap hidup dalam keseharian Jemaat Sonhalan. Rumah tempat tinggal milik Daniel Kristian Swingly menjadi istana bagi Tuannya dan Tuhannya.

Demikian kini, rumah itu telah menjadi milik Jemaat Sonhalan Niki-Niki dan seorang anggota pelayan sedang menghuninya.

 

By: Admin

Foto: Roni Bani

3 comments

  • Pina ope Nope

    Terima kasih om Bani…untuk mengingatkan tentang beliau. Semoga kami semua juga bisa melakukan hal yg sama

    • Beta tanya-tanya sadiki di orang yang beta ketemu di sekitar Niki-Niki situ. Jadi beta tulis coret sa. Sapa tau bisa kasi inspirasi banya orang, sesuai moto/visi weblog jemaat Tefneno’-Koro’oto, inspirasi dari kampung

  • Johnny M. Banamtuan

    Wow….kisah yang menginspirasi.