Tae Tai Lasi/Rasi

Tae Tai Lasi/Rasi

Sebagaimana judul sebelumnya, see simo soin sain, kali ini mainan kata pada tae dan tai. Dua kata ini ditemukan di komunitas penutur Uab Meto’ Amanuban. Di samping itu, dua kata ini disertai pula kata kalak.

Bagaimana ceritanya? Mari ikuti uraian singkatnya.

Penutur Uab Amanuban (Banam), menggunakan istilah-istilah ini dalam mengurus suatu perkara. Bila suatu perkara terjadi antar individu atau kelompok, mereka akan menyelesaikannya dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • kalak, maksudnya perkara itu dilaporkan kepada pemangku pemerintahan di desa. Pada masa lampau laporan seperti ini disampaikan pada pihak-pihak seperti: fetor dan usif. Kata kalak, bila mendapat prefix an- akan menjadi ankalak. Jika yang membawa perkara itu lebih dari satu orang maka kata itu akan menjadi ankalakan. Pada masa ini, kalak akan dilakukan sebagai pelaporan kepada pemerintah desa dan perangkatnya.
  • tae, maksudnya perkara yang sudah sampai di meja  fetor, usif atau kepala desa, maka, akan dibuka suatu sidang yang dihadiri oleh para amnasit. Jika fetor, usif atau kepala desa menjadi pemimpin sidang perkara, maka para amnasit akan menghadiri dan mendapatkan tugas untuk tae lasi. Tae lasi disini maksudnya melakukan pemeriksaan atas perkara yang dilaporkan. Pemeriksaan itu dilakukan dengan bertanya pada pelapor dengan segala bukti dan saksi yang dihadapkan. Para amnasit pun memberikan kesempatan pada terlapor untuk memberikan sanggahan dan bukti untuk meyakinkan para pemeriksaa yang ditugasi untuk itu.
  • tai, setelah seluruh proses tae lasi berlangsung, para amnasit akan duduk bersama pemimpin sidang perkara untuk mencari kesetimbangan pada perkara yang sudah diproses itu. Kesetimbangan itu akan membawa mereka untuk memutuskan perkara secara seimbang dengan tidak menjadikan satu pihak merasa lebih baik (menang) dan pihak lainnya lebih buruk (kalah).
  • feek lasi, langkah selanjutnya adalah pengambilan keputusan. Antara pelapor dan terlapor serta masyarakat yang turut mengikuti perkara itu akan duduk bersama, mendengarkan hasil dari tai lasi yang dilakukan para amnasit dan pemimpin perkara.
  • fekat, keputusan atas suatu perkara yang diambil oleh para amnasit bersama pemimpin sidang perkara.

Sementara itu proses yang mirip terjadi pada penutur Uab Amarasi. Mirip dengan Banam. Beda pada istilah yang digunakan.

  • trak, untuk kalak
  • aa’ rasi, untuk tae dan tai
  • feek rasi, untuk feek lasi
  • tfeka’, untuk fekat.

Istilah nampak berbeda, namun proses yang sama.

Terima kasih, selamat menikmati bacaan ini, semoga tidak sedang berperkara. Bila berperkara pun, ingatlah bahwa suatu perkara akan diselesaikan secara adil ~ berimbang ~ setimbangan.

 

By : Heronimus Bani

2 comments

  • Piet Simanjuntak

    Amnasi di sini fungsinya sbg penengah antara pelapor dan terlapor. Tugas menjadi sangat spesifik karena menjalankan fungsi pembela dan penuntut umum sekaligus, ditambah lagi dengan fungsi juri seperti pengadilan ala Amerika Serikat. Ini hanya pandangan saya setelah membaca uraian di atas. Atau ada penjelasan lain?

    • tentu belum semua hal saya jelaskan di sini. Sekulum dan sekedar info untuk menginspirasi pembaca yang mungkin suka untuk menelisik dan meneliti… Tugas saya menginspari sesuai visi Weblog gereja, inspirasi dari kampung… terima kasih telah membaca…