Kaum Bapak Menyalakan Lilin Natal

Koro’oto, tefneno-koroto.org.- Siapakah Kaum Bapak? Akh… Pertanyaan mudah! Tentulah para bapak. Mereka yang telah berumah tangga, telah menjadi suami dari satu isteri, telah menjadi ayah/bapak untuk satu anak atau lebih, telah mempunyai tanggung jawab lahir dan bathin pada satu keluarga kecil yang terdiri dari dirinya sendiri sebagai ayah/bapak, ibu/isteri, dan anak atau anak-anak. Itulah bapak. Bila mereka bersekutu dalam persekutuan, tertentu akan ada namanya, akan ada sebutannya. Lalu di gereja (GMIT) mereka disebut Kaum Bapak. Di sana ada satu gerakan moral yang disebut, Kaum Bapak Masuk Gereja. Ha ha… Rasanya itu lelucon belaka. Tapi, itulah fakta program Pengurus Kaum Bapak Lingkup Sinodal.

Lalu, di lingkup jemaat, ada UPP Kaum Bapak yang sifat tugasnya koordinatif dengan pengurus Kaum Bapak. Di lingkup itu ada satu di antaranya yaitu di Jemaat Pniel Tefneno-Koro’oto.

Tahun 2019 ini, Kaum Bapak Pniel Tefnen0-Koro’oto kembali dalam masa raya Natal. Para pengurus dan anggota walau tertatih tetap berkerinduan dalam ibadah natal. Sejak persiapan hingga pelaksanaan mereka bersemangat dalam dorongan yang kuat dari Majelis Jemaat di bawah Pdt. Papy Zina, S.Th dan Pdt. Yulita Y. Zina-Lero, S.Th.

Dua orang bapak menari mengantar pemimpin kebaktian ke mimbar. Lima orang pengurus memandu penyalaan lilin bersama Pdt. Papy Zina, S.Th, UPP Kaum Bapak menarik 14 anggota pengurus kaum bapak dari rayon-rayon pelayanan untuk menyalakan lilin di pohon terang yang mereka siapkan. Lilin-lilin dinyalakan. Setiap lilin yang dinyalakan dapat dimaknai sebagai seorang anggota kaum bapak. Lilin itu akan berguna pada area sekitarnya bila dinyalakan, bila tidak dinyalakan semahal apapun, dan seindah apapun, namanya tetaplah lilin.

Seorang anggota kaum bapak akan bermanfaat bagi sekitarnya (keluarga dan lingkungan pergaulan sosial yang lebih luas), bila potensi dirinya dapat terlihat dan dirasakan.

Lilin anggota Kaum Bapak telah dinyalakan. Biarlah terus menyala agar mengobarkan kasih Kristus di dalam keluarga sebagai persekutuan gereja terkecil. Biarlah lilin itu menyala di tangan seorang anggota kaum bapak selaku kepala keluarga, inisiator dan motivator dalam institusi terkecil, keluarga. Di sana sebagai karantina rohani dimana bapak menjadi imam, yang menyampaikan segala permohonan dan pergumulan kepada Tuhan. Disana, sang bapak menjadi seorang nabi bersama-sama dengan seorang nabiah yang bersama-sama secara seimbang menjaga keharmonisan rumah tangga. Di sana ada seorang “raja” yang siap melayani dan turun sampai pada keterbatasan isteri dan anak-anaknya. Di sana, ia hendak memancarkan kepada dunia sekitar, bahwa dalam rumah tangganya ada kasih yang menginspirasi dan menginisiasi sesuatu. Lalu, dari sana lahirlah inspirasi¬† yang memotivasi.

Terima kasih Pdt. Yulita Y. Zina-Lero, S.Th, telah menjadi motivator pada kebaktian perayaan Natal yang khusus dilaksanakan oleh Kaum Bapak Jemaat Pniel Tefnen0l-Koro’oto.

Selamat Natal 2019.

 

By: Heronimus Bani, admin