Wayang Wahyu pada Malam Paskah di Koro’oto

Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto melalui para muda dan Panitia Hari Raya Gerejawi pada masa raya gerejawi khusus Sengsara Yesus, Kematian, dan Paskah, telah merencanakan dan mewujudkan satu kegiatan pertunjukan kesenian. Pertunjukan kesenian yang ini didatangkan dari luar NTT yakni, Wayang Wahyu. Suatu pertunjukan wayang dengan menempatkan cerita kitab suci di dalamnya.

Pdt. Papy Ch. E. Zina, S.Th dalam suara gembala mendahului pertunjukan kesenian itu mengatakan, sekalipun wayang wahyu ini sesuatu yang asing bagi jemaat di Koro’oto, namun isi dari kisah yang diangkat bersumber dari alkitab, maka tentu akan sangat menolong. Aspek pendidikan, hiburan dan pelestarian dan pengembanan budaya menjadi bagian yang turut andil dalam pertunjukan ini. Pesan firman Tuhan serta pesan-pesan moral dan lain-lain yang sifatnya positif dan membangun patut mendapatkan perhatian jemaat, khususnya para muda yang sangat aktif dalam cuaca yang mulai ekstrim.

Dalang dari wayang ini bernama Joko. Para muda memanggilnya dengan sebutan Mas Joko. Ia berasal dari Solo dan telah menetap di Kota Kupang puluhan tahun. Ia bersertifikat sebagai dalang yang khusus dalam rangka pekabaran Injil dengan media wayang yang disebut wayang wahyu.

Wayang wahyu yang dimainkan malam itu diambil dari kisah penciptaan dunia hingga kejatuhan manusia dalam dosa. Cerita berikutnya berhubungan dengan masa sengsara Yesus dimulai dari Getsemani, Golgota, kubur dan kebangkitan-Nya.

Hujan deras mengguyur disertai angin kencang serta padamnya aliran listrik tidak mengurangi minat para muda dan anggota jemaat yang menonton.

Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 3 April 2021 saat badai mulai menerjang. Sejak saat itu listrik padam, pohon-pohon mulai tumbang, longsor di beberapa titik ladang milik warga, serta tertutupnya akses jalan, jaringan internet yang putus dan banyak kerusakan lainnya akibat badai siklon tropis seroja. Walau demikian, panitia dan para muda sukses mengadakan pertunjukan ini.

Pertunjukan ini diwarnai dengan puji-pujian dan pembacaan puisi yang seluruhnya dipandu oleh para muda Jemaat Pniel Tefneno Koro’oto.

 

Koro’oto, 25 April 2021
Heronimus Bani